AYOJAKARTA.COM – Penyidik Polres Metro Jakarta Selatan mengungkap temuannya terkait kejanggalan di lokasi pembunuhan Yosua.
Temuan terkait kejanggalan di TKP tersebut diungkap oleh Rifaizal Samual yang menjadi saksi pada sidang yang berlangsung hari Senin, 28 November 2022.
Rifaizal mengaku tidak berani mengungkap temuannya karena adanya tekanan dari Ferdy Sambo.
Baca Juga: Jeritan Anak Buah Kepada Ferdy Sambo: Kenapa Kami Harus Dikorbankan, Kata Ridwan Soplanit
Sidang yang ditayangkan di kanal YouTube KOMPASTV, Rifaizal menjelaskan terkait beberapa kejanggalan dari para penyidik.
Berikut merupakan 4 daftar kejanggalan yang ditemukan di TKP Penembakan Yosua menurut kesaksian Rifaizal Samual.
1. Tidak Menemukan Handphone Almarhum Yosua
Rifaizal mengungkap bahwa kejanggalan pertama adalah tidak menemukan handphone almarhum Yosua.
Dirinya berujar bahwa hal pertama yang dilakukan dalam penyidikan adalah pencarian handphone dan dompet sebagai identitas.
“Seperti yang pernah kami sampaikan pada sidang sebelumnya, saya mengarahkan Aiptu Sulam dan Bripka Danu untuk mengecek sakunya apakah ada handphone, kemudian coba cek ada dompetnya gak terkait masalah identitas, tidak ada juga yang mulia,” ucap Rifaizal.
2. Posisi Senjata HS
“Kemudian yang kedua terkait posisi senjata HS yang informasinya saat itu adalah milik Joshua,” ucapnya menjelaskan tentang kejanggalan kedua.
Rifaizal menyebut bahwa posisi senjata HS berada di sebelah kiri dengan posisi almarhum menghadap kanan.
“Berada di posisi sebelah kiri dengan posisi almarhum menghadap ke sebelah kanan,” ujar Rifaizal.
Kejanggalan yang ia maksud adalah posisi senjata di sebelah kiri disaat faktanya Yosua tidaklah kidal.
“Akan tetapi, saya tanyakan kepada rekan-rekan ajudan bahwa yang bersangkutan ternyata tidak kidal,” katanya.
Rifaizal mengatakan bahwa ia menanyakan terkait kidal atau tidaknya Yosua kepada Richard yang saat itu berada di TKP.
3. Tetesan Darah
Selanjutnya, Rifaizal menjelaskan kejanggalan terkait tetesan darah yang seharusnya ada setelah proses penembakan.
“Jadi pada saat itu Richard menyampaikan bahwa posisi almarhum menembak di depan kamar Ibu PC, kemudian sampai akhirnya posisi almarhum tertelungkup itu kurang lebih jaraknya 3 meter sampai 4 meter,” ujar Rifaizal.
Saat ditunjukkan gambar Yosua yang tertelungkup, Rifaizal menjelaskan posisi Yosua bukan di depan kamar Putri karena yang ia ketahui ruangan tersebut adalah gudang.
Menurutnya, kamar Putri Candrawathi berada di arah sebaliknya sehingga yang jelas Jenazah korban tidak menghadap ke arah sana.
Rifaizal menjelaskan tentang keterangan Richard pada saat itu yang menjelaskan bahwa Yosua yang telah tertembak, berjalan sambil menembak.
Menurut pemahamannya, ketika proses berjalan tersebut ketika Yosua sudah tertembak seharusnya ada tetesan darah.
Baca Juga: Kamaruddin Simanjuntak Berbalik Arah, Tawari Pengacara Terbaik untuk Ferdy Sambo
4. Richard Eliezer Tidak Terluka
Rifaizal menjelaskan bahwa kejanggalannya yang keempat adalah tidak adanya luka di tubuh Richard.
“Saudara Richard tidak ada luka sama sekali,” ujarnya.
Hal tersebut menjadi janggal karena narasi awal yang dibuat adalah terkait tragedi tembak menembak.
Demikian 4 kejanggalan yang baru diungkap oleh Rifaizal akibat dulu masih ditekan oleh Ferdy Sambo pada saat olah TKP.***

Share this article
Saksi Rifaizal Samual mengaku tidak berani mengungkap temuannya karena adanya tekanan dari Ferdy Sambo.