AYOJAKARTA.COM - Seperti yang diketahui, saat ini kita telah memasuki bulan November.
Dimana dalam bulan November ini ada salah satu peristiwa penting yang selalu diperingati setiap tanggal 10 November.
Peristiwa bersejarah yang selalu diperingati setiap tanggal 10 November tersebut adalah Hari Pahlawan.
Kemudian bagaimanakah awal mula sejarah mengenai terbentuknya Hari Pahlawan setiap 10 November tersebut ?
Dikutip AyoJakarta.com dari akun Tiktok Faliha Anak Ayah 01 pada Jumat (4/11/2022), diinformasikan mengenai sejarah hari pahlawan 10 November.
Mulanya, peringatan hari bersejarah ini berawal dari peristiwa 10 November pada tahun 1954 yang dikenal dengan pertempuran Surabaya.
Baca Juga: Pemerintah akan Berikan Gelar Pahlawan Nasional kepada 5 Tokoh, Ada Nama Soeharto
Dalam pertempuran Surabaya terjadi peperangan antara tentara Indonesia yang melawan tentara Inggris pada 27 Oktober - 20 November 1945.
Kemudian peristiwa tanggal 10 November merupakan puncak dari peristiwa tersebut dimana akhirnya ditetapkan sebagai Hari Pahlawan setiap tahunnya.
Tentara Inggris diinformasikan tiba di Surabaya pada 25 Oktober 1945 dan tergabung dalam tentara sekutu atau Allied Forces Netherland East Indies (AFNEI).
Baca Juga: 25 Link Twibbon Hari Pahlawan Nasional 2022, Klik di Sini untuk Mengaksesnya
Awalnya tujuan mereka tiba di Indonesia untuk melucuti senjata Jepang dan membebaskan para tawanan perang.
Namun ternyata mereka diam-diam membantu Belanda untuk merebut kemerdekaan Indonesia.
Pertempuran Surabaya sendiri diawali dari insiden yang terjadi di Hotel Yamato dimana pada kala itu Belanda mengibarkan bendera di puncak gedung hotel tersebut.
Peristiwa tersebut lantas membuat geger sampai pada akhirnya Residen Soedirman bersama Sidik dan juga Hariyono bertemu dengan tentara Belanda.
Kemudian WVC Ploegman diminta untuk menurunkan bendera Belanda tersebut.
Namun ia menolak dan justru mengancam sambil mengeluarkan pistol miliknya.
Baca Juga: Mengenal 7 Pahlawan yang Gugur dalam Peristiwa G30S PKI
Akhirnya terjadi perkelahian yang menyebabkan Ploegman tewas dicekik oleh Sidik sedangkan Sidik tewas ditangan tentara Belanda.
Soedirman dan Hariyono sendiri selamat dan keluar dari Hotel Yamato tersebut.
Lantas Hariyono dan pemuda bernama Koesno Wibowo memutuskan memanjat ke puncak Hotel Yamato dan langsung merobek bendera berwarna biru hingga tinggalah warna merah putih saja.
Sejak peristiwa tersebut suasana semakin memanas antara kubu TNI, NICA dan AFNEI.
Hingga Komandan Militer Inggris yang bernama Jenderal Mallaby tewas saat melewati jembatan merah yang tentu membuat tentara Inggris murka.
Kemudian pengganti Mallaby yakni Robert Mansergh mengeluarkan ultimatum bahwa pada 10 November 1954 Indonesia harus menyerahkan semua persenjataan dan menghentikan perlawanan terhadap Inggris dan Belanda.
Namun bukannya takut, rakyat Indonesia melalui arek-arek Suroboyo justru siap berperang dengan penjajah tersebut.
Teriakan Bung Tomo yang mengatakan “Merdeka atau Mati” telah membakar semangat para pejuang.
Kemudian tepat pukul 06.00 WIB, Inggris melancarkan serangan dan peperangan pun dimulai, namun diketahui Indonesia kalah dengan korban ribuan jiwa pejuang.
Baca Juga: 7 Pahlawan yang Gugur dalam Peristiwa G30S PKI
Namun perlawanan yang dilakukan tentara Indonesia ini kemudian mendapat perhatian internasional karena dinilai mampu memukul mundur Inggris.
Hingga Indonesia tetap bisa mempertahankan kemerdekaannya. ***

Share this article
Berikut ini adalah sejarah bagaimana terbentuknya Hari Pahlawan 10 November, yang awalnya dikenal sebagai pertempuran Surabaya.