AYOJAKARTA.COM--Ayah Brigadir J, Samuel Hutabarat menjadi salah satu orang dari ke dua belas saksi yang dipanggil ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan.
Pengakuan mengejutkan datang dari Ayah Brigadir J yang memberi kesaksian bahwa saat acara adat pemakaman Nofriansyah Yosua Hutabarat datanglah Hendra Kurniawan beserta rombongannya.
Pada saat menerobos masuk, terdengar rombongan Hendra Kurniawan meminta untuk ruangan di kunci dan menutup Gordennya.
“jadi sesudah kami selesai acara adat tadi, sudah lepas Maghrib kurang lebih Saya masuk ke Rumah Dinas ini dua pintu, dua-duanya kami pake jadi ruang, sebelah kanan, anak-anak Keponakan beserta adik ipar Saya ya,” kata Samuel Hutabarat.
Baca Juga: Suami Susi ART Ferdy Sambo Muncul, Minta Sang Istri Bicara Apa Adanya Saat Sidang: Jangan Bohong!
“sedangkan sebelah kiri Saya sedang istirahat dulu sedang duduk disebelah tiba-tiba segerombolan Polisi ada yang berpakaian Dinas ada yang berpakaian Sipil masuk menerobos ke ruang sebelah di tempat adik Ipar Saya beserta keponakan Saya beristirahat.” tambahnya.
Lalu ayah Brigadir Yosua mendengar keributan bahwa rombongan tersebut meminta untuk menutup gorden dan mematikan HP.
Baca Juga: Bripka RR Diam Saja Meski Tahu Rencana Ferdy Sambo Habisi Brigadir J, Kenapa?
“Saya dengar suara bergemuruh ada yang Saya dengar itu disuruh tutup gorden, tutup pintu ini siapa semua, tidak boleh memosting tidak boleh begini tidak boleh pake HP,” ujar Samuel Hutabarat.
Setelah itu Ayah Brigadir Yosua keluar dan mendatangi rombongan tersebut.
Hendra Kurniawan beserta rombongan menceritakan kronologi kejadian atas kematian Nofriansyah Yosua Hutabarat.
Namun saat itu orang tua Brigadir J tidak percaya dan meminta membuktikan pernyataan tersebut.
Menurut keterangan Ibu Yosua, justru mereka meminta datang ke Jakarta jika ingin melihat buktinya.
"Menambahkan sedikit atas rombongan dari Pak Hendra bersama rombongan yang lainnya, yang berpakaian sipil, atau penyidik dari Bareskrim, mereka menyuruh kami itu untuk mengetahui bukti itu harus datang ke Jakarta,” kata Rosti Simanjuntak.
“sedangkan disana Saya sebagai Ibu yang sudah begitu hancur hati memohon berulang kali kepada mereka, buktikan barang bukti yang sah jangan cuma omongan,” tambahnya.
Sebagai wanita yang telah melahirkan anaknya, Rosti Simanjuntak tidak percaya bahwa anaknya telah melakukan tindak asusila kepada atasannya.
“kamu seorang Jenderal nggak usah banyak bicara karena Saya yang melahirkan anakku, Saya yang mendidik anakku, Saya yang membesarkan anakku, Saya tahu dengan karakter anakku,” kata Rosti Simanjutak.***

Share this article
Terungkap pengakuan Ayah Brigadit J ketika digeruduk Hendra Kurniawan, diminta tutup gorden hingga matikan HP, ini alasannya!