AYOJAKARTA.COM--Kedua tante Brigadir J, mengungkap sebuah fakta mengejutkan di balik sidang Ferdy Sambo.
Diketahui pada 1 November 2022 lalu, merupakan sidang lanjutan kasus pembunuhan Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J yang menghadirkan terdakwa otak pelaku pembunuhan yakni Ferdy Sambo dan istrinya Putri Candrawathi.
Hadir dalam persidangan, keluarga Brigadir J yang terdiri dari orangtua, adik, kekasih hingga segenap tante Brigadir J.
Ini merupakan kali pertama keluarga Brigadir J bertemu dan bertatap muka langsung dengan pembunuh Brigadir J.
Baca Juga: Susi ART Ferdy Sambo Ternyata Sempat Telpon Suami Ketika di Magelang, Ini yang Dibicarakan
Saat menjadi bintang tamu di acara Rosi, kedua tante Brigadir J datang dan mengungkapkan sejumlah kejanggalan dalam sidang Ferdy Sambo.
Dalam wawancara dengan Rosi , yang diunggah kanal Youtube KompasTV, Kamis (3/11/2022) kedua tante Brigadir J itu adalah Rohani Simanjutak dan Roslin Simannjutak.
Baca Juga: Kesaksian Susi ART Ferdy Sambo Dianggap Penuh Kebohongan, LPSK Ungkap 2 Kemungkinan, Apa Saja?
Dalam pengakuannnya terkait persidangan Ferdy Sambo, Rohani Simanjutak dan Roslin mengaku lega dan puas bisa bertemu dengan para pembunuh keponakan mereka Brigadir J.
Setidaknya apa yang mereka ingin katakan bisa tersampaikan langsung tanpa terwakilkan, termasuk meminta pertanggung jawaban kepada keduanya.
Baca Juga: RR Bungkam Meski Tahu Ferdy Sambo Akan Tembak Brigadir J, Ternyata Simpan Kekhawatiran Ini!
"Iya Kami merasa puas langsung tatap muka sama PC dan si Sambo, tanpa ada perantara gitu berhadapan muka. Kami siap menantang dia di persidangan, meminta pertanggungjawaban langsung PC. Apa penyebab dia membunuh anak kami secara sadis begitu dan mengorbankan banyak orang, "tandas Rohani Simanjutak.
Meski mengaku lega bisa bertemu dan menyampaikan isi hati mereka kepada tersangka Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi, namun rasa was-was tetap menghantui mereka.
Terlebih Ferdy Sambo memiliki relasi kekuasan yang sangat besar, sementara keluarga Brigadir j hanyalah ajudan alias bawahan mereka.
"Memang secara rasa was-was itu ada, karena mereka relasi kekuasaannya masih terlihat ya, " tambah Roslin Simanjutak.
Hal ini terlihat jelas ketika di persidangan. Kata Roslin, ketika hendak masuk ruang sidang Ferdy Sambo ada perbedaan perlakukan dengan persidangan terdakwa lainnya.
"Perbedaanya ketika kita masuk di sidang kesaksian Eliezer (Bharada E), tas kita tidak diperiksa. Apa yang kita bawa tidak dimasukkan ke metal detector," kata Rostin Simanjutak.
Baca Juga: 4 Alasan Pengaruh Kuat Maruf yang Bikin Heran, Hakim: Dia Bukan Sopir Biasa
"Namun masuk di persidangan Putri Candrawathi, dan Sambo, diperiksa semua. Hp-Hp kita, tas tidak boleh dibawa ke ruang sidang. Sebelumnya boleh dibawa. Dan setelah sidang RR dan Kuat Maruf, tas kita boleh dibawa, "lanjut Roslin.
Fakta ini semakin menjelaskan bahwa kekuasaan Ferdy Sambo masih cukup besar, bahkan ketika di persidangan.
Perbedaan perlakuan terhadap keluarga Brigadir J dalam sidang Ferdy Sambo dan terdakwa lainnya itu,sempat membuat keluarga mereka heran dan kaget,bahkan nyaris melemahkan mereka.
"kami hanya bisa bertanya, mengapa ada perbedaan terdakwa satu dengan yang lainnya. Di situ kami melihat, di dalam ruangan, kami saling menguatkan. Jangan sampai takut, pelototin itu tersangka, " pungkas Roslin Simajutak.

Share this article
Terungkap saat sidang Ferdy Sambo, keluarga Brigadir J yang dihadirkan sebagai saksi tidak boleh membawa HP hingga dicek metal detector