AYOJAKARTA.COM - Tragedi sepak bola yang terjadi saat Arema FC vs Persebaya Surabaya menelan 125 korban di Kanjuruhan, Malang, Jawa Timur.
Pada Rabu (5/10/22) data korban resmi bertambah 7 orang, hingga total keseluruhan korban berubah menjadi 131 orang.
Dikutip oleh AyoJakarta.com melalui laman resmi Kemenkopmk.go.id angka tersebut secara resmi didapatkan dari Dinas Kesehatan kabupaten Malang dan telah dikonfirmasi kepada Wakil Bupati Malang Didik Gatot Subroto.
Baca Juga: Jadi Bukti Kuat Suami Ayu Dewi Selingkuh dengan Denise Chariesta: dari Bunga hingga Video Ini
Total dari 131 korban diantaranya terdapat 90 laki-laki dan 41 perempuan. Kebanyakan korban bremaja dan muda, usia 12-24 tahun. Sementara satu korban masih balita berusia 4 tahun.
Data korban yang meninggal didapati dari beberapa rumah sakit yang berada di Malang, di antaranya RS Wava Husada, RS Hasta Brata Batu, RSUD Kanjuruhan, RSUD Saiful Anwar, RS Teja Husada Kepanjen, RS Ben Mari Pakisaji, RS Hasta Husada, RSI Gondanglegi, RS Salsabila, RST Soepraoen serta informasi dari keluarga korban.
Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengklaim bahwa pihaknya masih terus berfokus pada penanganan darurat insiden dan korban, baik yang luka maupun tewas.
Baca Juga: Rizky Billar Diperiksa Polisi Besok, ART dan Sekuritinya Bakal Ikut?
Hal tersebut merupakan tugas dan fungsi Kemenko PMK dalam melakukan penanganan korban, terutama melakukan update data.
"Yang sakit kita layani sebaik dan secepat mungkin dan gratis, sedang yang meninggal keluarganya beri santunan dari pemerintah pusat, provinsi maupun kabupaten-kota,” ungkap Muhadjir Effendy, dikutip Rabu, 5 Oktober 2022.
“Saat ini kita fokus dulu ke mereka yang menjadi korban, karena ini masih tanggap insiden, sisanya baru nanti kira rekonstruksi peristiwanya kemudian nanti kita tentukan sikap sambil menunggu keputusan presiden,” tambahnya.
Baca Juga: Diperiksa Besok, Rizky Billar Siap-Siap Ditanya Soal ini sama Polisi
Menko PMK pun meminta kepada para suporter untuk menahan diri dan terus menciptakan keadaan yang kondusif.
"Semua prihatin atas insiden di Stadion Kanjuruhan. Tapi saat ini saya minta Aremania untuk menahan diri. Mari kita ciptakan suasana yang kondusif. Jangan sampai ada lagi korban berjatuhan. Sudah cukup. Terlalu mahal nyawa hanya untuk sepakbola,“ jelasnya.***

Share this article
Pada Rabu (5/10/22) data korban tragedi Kanjuruhan bertambah 7 orang, hingga total keseluruhan korban berubah menjadi 131 orang.