AYOJAKARTA.COM—Bagi Anda tenaga honorer yang menunggu informasi terbaru terkait keberlangsungan karirnya, artikel ini akan memberi kebahagiaan.
Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) memutuskan sepakat untuk menunda penghapusan tenaga honorer di seluruh Indonesia.
Penghapusan tenaga honorer ini menjadi hasil pembahasan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XV Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI)yang berlangsung di Padang, Sumatera Barat.
Baca Juga: BKN Klaim Upaya Benahi Sistem Kepegawaian dengan Penghapusan Honorer
Rakernas XVAPEKSI yang dibuka Senin, (8/8/2022) itu mengambil tema Kota Kita Bangkit, yang Maju yang Bersinergi.
Selanjutnya, kesepakatan itu menjadi salah satu rekomendasi hasil Rekernas XV APEKSI yang akan diajukan ke pemerintah.
Sebanyak 98 Wali Kota di Indonesia menghadari Rapat Kerja Nasional (Rakernas) XV APEKSI tersebut.
Wakil Ketua APEKSI Bidang Pemerintahan dan Otonomi, Marten Taha mengatakan dalam Rakernas tersebut dibahas banyak permasalahan kota.
Salah satunya tentang keberlangsungan tenaga honorer di setiap daerah.
Para tenaga honorer diakui Taha banyak membantu pemerintah dalam memberikan pelayanan terhadap masyarakat.
Sehingga ia berharap kebijakan pemerintah untuk menghapus tenaga honorer dapat ditangguhkan.
“Seluruh Pemerintah Kota di Indonesia sepakat untuk menunda penghapusan tenaga honorer,”ujar Marten Taha, dilansir dari Suara.com. Rabu (10/8/2022).
Marten Taha yang juga Wali Kota Gorontalo Marten Taha menyebut tenaga honorer dapat bermanfaat dalam menutup kebutuhan daerah terkait dumber daya manusia.
Daerah kadang masih mengalami kekurangan tenaga baik dalam pelayanan di pendidikan, kesehatan, maupun tenaga teknis.
Baca Juga: Tips Lolos CPNS dan PPPK 2022 Beserta Penjelasan Resmi Kapan Pendaftaran Dibuka
“Selama ini keberadaan honorer dapat menutup kekurangan itu. Untuk itu kita berharap pemerintah dapat menangguhkan kebijakan penghapusan honorer,” tutur Marten Taha.
Secara detail dicontohkan Taha, di Kota Gorontalo saat ini ada 4.072 tenaga honorer. Ribuan tenaga honorer ini sudah mengabdi dan melayani masyarakat dengan waktu yang tidak sebentar.
“Kan, Kasihan mereka kalau penghapusan tenaga honorer diberlakukan,”ujar Taha.
Dalam Rakernas XV, APEKSI juga mendorong penciptaan komunikasi dan kolaborasi untuk pertumbuhan ekonomi. Mendorong pemulihan yang lebih baik menyangkut perbaikan kesehatan dan pertumbuhan ekonomi.

Share this article
Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI) memutuskan sepakat untuk menunda penghapusan tenaga honorer di seluruh Indonesia.