TEBET, AYOJAKARTA.COM – Realisasi penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) termin 2 untuk November 2020 hingga Desember 2020 sudah mencapai 89,02% dari target 12,4 juta penerima.
Menteri Ketenagakerjaan (Menaker), Ida Fauziyah mengatakan, berdasarkan data per 14 Desember 2020, jumlah 89,02% tersebut jika dijumlahkan baru sebanyak 11,04 juta pekerja menerima BLT atau BSU termin 2.
Rinciannya, pada tahap 1 telah tersalurkan kepada 2,17 juta penerima atau 87,12%, tahap 2 kepada 2,71 penerima atau 90,58%, lalu tahap 3 ada 2,14 juta penerima atau 89,89%. Kemudian, tahap 4 sebanyak 2,43 juta penerima atau 87,59%, tahap 5 sebanyak 529 ribu atau sekitar 91,52%, serta tahap 6 tersalur kepada 37 ribu penerima atau 93,92%.
"Untuk setiap batch (termin) dilihat dari realisasi tersebut memang belum mencapai 100 persen," kata Ida di YouTube Forum Merdeka Barat 9, Rabu (16/12/2020).
Ida membeberkan, belum tersalurkannya semua BLT atau BSU termin 2 karena beberapa kendala termasuk adanya data rekening yang bermasalah dan tidak dapat ditransfer.
"Pada termin 1 berdasarkan laporan dari bank penyalur, terdapat data rekening yang bermasalah dan tidak dapat ditransfer sehingga mengakibatkan retur," ujarnya.
Data yang bermasalah itu dikembalikan oleh Kemnaker kepada BPJS Ketenagakerjaan untuk diperbaiki dan ketika telah terjadi perbaikan data maka penyaluran akan segera dilakukan.
"Hingga saat ini masih berlangsung proses penyalurannya," kata Ida.
AYO BACA : Pencairan BLT atau BSU Termin 2 November - Desember 2020 Capai 90 Persen
Oleh karenanya, Ida mengimbau untuk para penerima BLT atau BSU termin 2 untuk sabar. Karena proses penyaluran dana masih dilakukan hingga akhir bulan ini. Selain itu, sebelum penyaluran BLT atau BSU termin 2 ini dilakukan, Kemnaker bersama dengan BPJamsostek berkoordinasi dengan Ditjen Pajak untuk melakukan pemadanan data.
"Ini prinsip kehati-hatian yang kami lakukan, mengikuti rekomendasi dari KPK," terang Ida.
Adapun, besaran bantuan yang diterima pekerja adalah sebesar Rp600 ribu per bulan selama 4 bulan. Dengan penyaluran yang dilakukan dalam 2 termin, maka pekerja menerima Rp1,2 juta setiap termin.
Begini cara lapor keluhan jika BLT atau BSU termin 2 tak kunjung masuk ke rekening BNI, Mandiri, maupun BCA kalian dengan cara membuat aduan ini:
1. Lapor ke BPJS Ketenagakerjaan
Segera lapor ke manajemen perusahaan dan BPJS Ketenagakerjaan agar data pekerja yang bermasalah dapat diperbaiki. Hal ini, karena sumber data dari BPJS Ketenagakerjaan, sehingga penyelesaian data ini harus dikoordinasikan dengan mereka juga. Barulah nanti BPJS Ketenagakerjaan akan menyampaikan koreksi kepada Kemnaker.
2. Lapor Online
a. Akses laman https://bantuan.kemnaker.go.id/support/home.
AYO BACA : Pelanggaran Makin Marak Terjadi, Disparekraf DKI Jakarta Cabut Izin Operasional 15 Tempat Usaha
b. Pilih Menu Pengaduan, klim "Buat Pengaduan", lalu login dengan akun masing-masing.
c. Jika belum memiliki akun, maka silakan mendaftar terlebih dahulu dengan klik "Daftar Sekarang".
d. Isi data diri seperti NIK, Nama Orang Tua, Email, Nomor HP, dan Password, kemudian Klik "Daftar Sekarang".
e. Setelah selesai, sistem akan mengirimkan kode OTP via SMS ke nomor hp yang terdaftar
f. Lakukan aktivasi akun dengan cara masuk kembali ke website dan klik "Masuk" di pojok kanan atas website.
g. Kemudian isi formulir yang tersedia dengan lengkap.
h. Setelah lengkap, akan muncul status pemberitahuan di dashboard apakah masuk dalam daftar penerima bantuan subsidi upah yang diusulkan dari BPJS Ketenagakerjaan ke Kemnaker atau tidak.
3. Lapor Via SMS dan WhatsApp
- SMS: Ketik: DAFTAR(spasi)SALDO#Nomor KTP#NAMA#Tanggal lahir#Nomor peserta#Email (jika ada), kemudian kirim SMS ke 2757. Untuk tanggal lahir gunakan format dd-mm-yy.
- WhatsApp: Pengaduan bisa lewat WhatsApp melalui nomor 08119303305, atau nomor telepon (021) 508 16000.
AYO BACA : Ada Rencana Penutupan Wilayah Sudirman-Thamrin, Pemkot Jakpus Tunggu Instruksi Anies

Share this article
Realisasi penyaluran bantuan subsidi upah (BSU) atau bantuan langsung tunai (BLT) termin 2 untuk November 2020 hingga Desember 2020 sudah mencapai 89,02% dari target 12,4 juta penerima.