AYOJAKARTA.COM - Setelah sempat minim kabar di awal 2026, Bobibos kembali mencuri perhatian publik dengan memperlihatkan progres nyata produksi bahan bakar nabati di Timor Leste.
Melalui unggahan media sosial terbarunya, Bobibos menunjukkan tahapan awal pengolahan jerami sisa panen padi yang kini mulai dikonversi menjadi cairan organik sebagai bahan baku energi alternatif.
Dalam proses yang ditampilkan, tim Bobibos di Timor Leste terlihat melakukan pengecekan dan pengujian mesin pabrik, sekaligus mempersiapkan jerami dalam jumlah besar.
Limbah pertanian yang selama ini hanya dibakar atau dibiarkan terbuang tersebut dicacah, diproses, lalu dibubukkan hingga menjadi bahan dasar cairan organik.
“Beginilah proses awal pembuatan biogasoline dan biosolar Bobibos dari jerami yang dipowderkan,” tulis akun resmi Instagram @bobibos_ dalam unggahan Story.
Pihak Bobibos juga menjelaskan bahwa proses pembubukan jerami ini dilakukan langsung di pabrik mereka di Timor Leste.
Jerami dipilih sebagai bahan utama karena ketersediaannya melimpah dan selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.
Pemerintah Timor Leste sendiri telah mengalokasikan sekitar 25 ribu hektare lahan jerami serta menyiapkan regulasi khusus untuk mendukung kelancaran produksi.
Langkah ini dinilai strategis untuk mengurangi ketergantungan negara tersebut terhadap impor bahan bakar fosil.
Cairan organik hasil pengolahan awal di Timor Leste nantinya akan diproses lebih lanjut menggunakan mesin lanjutan yang saat ini sedang disiapkan oleh tim Bobibos di Indonesia.
Dengan teknologi tersebut, Bobibos mengklaim mampu menghasilkan bahan bakar nabati setara RON 98 yang lebih ramah lingkungan dan rendah emisi.
“Dalam waktu dekat, warga Timor Leste tak harus bergantung pada bahan bakar fosil,” demikian pernyataan pihak pengelola Bobibos dalam unggahan Instagram pada Sabtu, 24 Januari 2026.
"Ada pilihan baru: energi yang lebih terjangkau, lebih bersih, dan lebih ramah lingkungan, yaitu Bobibos," sambungnya lagi.
Mereka juga mengisyaratkan bahwa peluncuran resmi akan dilakukan pada Februari 2026, meski tanggal pastinya masih dirahasiakan sebagai “kejutan di hari spesial”.
Update ini sekaligus menepis isu bahwa proyek Bobibos di Timor Leste batal atau hanya sebatas narasi.
Video mesin yang beroperasi dan bubuk jerami yang telah diproduksi menjadi bukti adanya aktivitas nyata di lapangan.
Jika target peluncuran tercapai, Bobibos berpotensi menjadi salah satu pionir energi terbarukan berbasis limbah pertanian di kawasan Asia Tenggara, sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi petani jerami dan masyarakat lokal Timor Leste.
Publik kini menunggu realisasi tahap akhir, yaitu distribusi bahan bakar nabati Bobibos ke masyarakat.***

Share this article
Bobibos mulai mengolah jerami di Timor Leste jadi cairan organik bahan bakar nabati. Pabrik diuji, jerami dibubukkan, dan launching ditargetkan Februari 2026 sebagai energi murah ramah lingkungan.