Bobibos Menghilang di Awal Tahun 2026, Kecurigaan Raymond Chin dan Bennix Jadi Kenyataan

Dua Pengamat Ekonomi, Raymond Chin dan Bennix Beri Tanggapan Soal Bobibos. (Sumber: youtube.com/@Bennix/@RaymondChins)
Dua Pengamat Ekonomi, Raymond Chin dan Bennix Beri Tanggapan Soal Bobibos. (Sumber: youtube.com/@Bennix/@RaymondChins)

AYOJAKARTA.COM - Bahan bakar nabati Bobibos kembali mencuri perhatian publik di awal tahun 2026.

Setelah sempat digadang sebagai inovasi energi alternatif berbasis jerami, geliat proyek ini justru perlahan meredup.

Publik kini bertanya-tanya, apakah ini hanya jeda strategi atau pertanda proyek mulai menghadapi friksi teknis dan komersial?

Pada akhir 2025, Bobibos mengumumkan dua langkah besar yang dianggap sebagai momentum industrialisasi.

Pertama, kerja sama pembangunan pabrik di Lembur Pakuan, Jawa Barat bersama Gubernur Dedi Mulyadi.

Kedua, penandatanganan MoU dengan Timor Leste untuk produksi dan distribusi bahan bakar jerami di negara tersebut.

Dalam kerja sama lintas negara itu, Timor Leste bahkan disebut menyiapkan alokasi 25 ribu hektare jerami serta regulasi khusus untuk mempercepat operasional.

Pabrik di Dili pun sempat ditampilkan melalui unggahan Instagram @bobibos_. Target peluncuran dicanangkan pada Februari 2026, menimbulkan optimisme bahwa proyek akan segera masuk fase produksi massal.

Namun memasuki 2026, perkembangan dua proyek besar tersebut tidak lagi terdengar.

Akun resmi Bobibos nyaris senyap, tanpa kabar terbaru soal pabrik, sertifikasi, maupun update teknis.

Pihak pemerintah daerah hanya menyebut proses pembangunan masih berjalan, tetapi belum ada parameter resmi tentang tahapan produksi.

Situasi ini memantik dugaan publik. Sebagian mempertanyakan konsistensi, sebagian lagi menunggu bukti fisik setelah narasi besar yang digaungkan pada tahun sebelumnya.

Jauh sebelum “menghilang”, dua figur ekonomi digital yakni Raymond Chin dan Bennix telah memberi peringatan bahwa publik perlu bersikap kritis.

Raymond menyebut kasus Bobibos mirip proyek mobil Esemka dengan hype besar, sentimen nasionalisme menguat, tetapi implementasi teknis tidak sinkron.

Menurutnya, klaim RON 98, emisi rendah, harga Rp4.000/liter hingga efisiensi tinggi terlalu “extraordinary” untuk dicerna tanpa data ilmiah dan transparansi uji.

“Semakin luar biasa klaimnya, harus semakin luar biasa buktinya,” ujar Raymond Chin di chanel YouTube-nya.

Sementara itu, Bennix mengomentari fenomena ini secara satir. Ia mempertanyakan kejelasan bahan baku, pabrik, hingga sertifikasi.

“Kalau benar bisa bikin Fortuner tembus 14 km/liter, harusnya udah dapat Nobel,” sindir Bennix di chanel YouTube-nya.

Secara teoritis, biofuel generasi kedua memang menjanjikan ramah lingkungan, murah, dan berbasis limbah.

Namun secara global, teknologi ini masih bergulat dengan biaya produksi yang tinggi.

Publik kini berada di persimpangan antara optimisme terhadap inovasi lokal versus skeptisisme berbasis bukti.

Apakah Bobibos hanya gagal komunikasi atau tengah menyiapkan gebrakan? Jawabannya bergantung pada dua hal, yaitu transparansi dan realisasi teknis.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# jerami
# bahan bakar
# Bobibos

Berita Terkait

News Update

Nasional

Lowongan Program Magang Nasional 2026 di BKN, Ada 249 Kuota dengan 17 Posisi Jabatan, Cek di Sini dan Segera Daftar

BKN telah resmi membuka Program Magang Nasional 2026 dengan menyediakan 249 kuota dengan 17 posisi jabatan.

Metropolitan

Pengakutan Sampah di Jakarta Kini Punya Jejak Digital Melalui Sistem SPEED, Apa Itu?

Sistem ini dikembangkan untuk meningkatkan kualitas layanan pengangkutan sampah yang dikelola oleh BLUD UPST.

Jakarta Selatan

Pramono Anung Ajak Warga Manfaatkan Jalan Rasuna Said sebagai Ruang Hidup Sehat

Rasuna Said kini jauh lebih nyaman sehingga layak menjadi pilihan warga untuk berolahraga maupun melakukan berbagai aktivitas luar ruang.

Jakarta Pusat

Festival Rakyat Bola Gembira 2026 Berlangsung Meriah, Rano Karno Sebut Antusiasme Warga Jakarta Luar Biasa

Rano Karno, mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa sepak bola masih menjadi olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan.

Sport

Mau Nobar Final Piala Dunia? Polda Metro Jaya: Dilarang Bawa Miras!

Jelang final Piala Dunia Spanyol vs Argentina, Polda Metro Jaya mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang berencana menggelar nonton bareng (nobar).

Pendidikan

Hore! Pramono Anung Pastikan 85 Mahasiswa ITB Asal Jakarta akan Dapat Bantuan Beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta

Sebanyak 85 mahasiswa asal DKI Jakarta dari keluarga kurang mampu yang telah diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) dipastikan akan mendapatkan dukungan beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta.

News

Baru 2 Hari Dimulai Kembali, Dugaan Keracunan Akibat Konsumsi MBG di Jember! BGN Janji akan Evaluasi

dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, Jawa Timur.

Metropolitan

Demi Atasi Kemiskinan, Presiden Prabowo Siap Pangkas Anggaran TNI-Polri: Rela Ya?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan penghapusan kemiskinan dan kelaparan di tanah air.

News

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

PWI Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan keterangan kepada media di lingkungan Kejaksaan Agung.

Metropolitan

Sentil yang Sebut Harga Beras Mahal, Presiden Prabowo: Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri

Tak berikan solusi, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan menohok bagi pihak-pihak yang menilai harga beras saat ini terlalu mahal.

Bisnis

Berkat Pelatihan dan KUR BRI, Usaha C'milzea Rosyidah Terus Berkembang

BRI mendukung Rosyidah mengembangkan usaha olahan hasil laut melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan KUR BRI.

Bekasi

Geram! MenPPPA Arifah Fauzi Pastikan Kawal Kasus Bocah 4 Tahun di Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan akan mengawal ketat proses hukum terhadap kasus bocah di Bekasi yang dianaya ibu tiri.

Metropolitan

Catat! Pemprov DKI Hentikan Sistem 'Open Dumping' di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Pemprov DKI Jakarta secara resmi akan mulai meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Viral di Medsos dan Terekam CCTV, Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jaksel Didenda Rp500 Ribu!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah liar di wilayah Jakarta Selatan.

Metropolitan

Secara Bertahap, TPST Bantargebang Mulai Terapkan Sistem Controlled Landfill per 1 Agustus 2026, Apa Itu?

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap.

Metropolitan

Waspada Hujan Ringan di Jakut dan Jaksel, Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 19 Juli 2026

BMKG bagikan informasi seputar cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026.

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.