AYOJAKARTA.COM - Ketegangan konflik di Timur Tengah kembali meningkat, terutama setelah potensi blokade di Selat Hormuz menjadi perhatian dunia.
Pakar militer Connie Rahakundini Bakrie mengingatkan bahwa dampaknya bukan hanya persoalan geopolitik, tetapi bisa langsung terasa hingga ke dapur rumah tangga masyarakat Indonesia.
Dalam podcast bersama Denny Sumargo, Connie menilai pola intervensi Amerika Serikat kerap menggunakan strategi pembelahan internal.
“Amerika Serikat itu selalu ikut apa yang disebut Jakarta Method. Dulu di Indonesia diterapkan ketika kita dibelah antara PKI dan bukan PKI,” ujar wanita yang menjadi pakar militer tersebut di chanel Youtube CURHAT BANG Denny Sumargo.
Menurutnya, pola serupa terlihat di Iran. Masyarakat disebut terbelah antara kelompok pro-pemerintah dan kelompok yang ingin menghidupkan kembali monarki Reza Pahlevi.
“Kalau itu tidak berjalan seperti yang diharapkan, biasanya perlu trigger. Nah ini yang menurut saya jadi berbahaya,” tegasnya.
Namun, Connie Rahakundini Bakrie menekankan bahwa fokus utamanya adalah dampak terhadap Indonesia.
Ia memperingatkan jika perang berkepanjangan dan berimbas pada Selat Hormuz, konsekuensinya akan sangat luas.
“Kalau terjadi perang ini berkepanjangan dan berdampak kepada Selat Hormuz, maka bencananya bukan cuma kapal-kapal yang tertahan di sana, tapi efeknya ke dapur rumah tangga kita semua,” katanya.
Selat Hormuz merupakan jalur vital distribusi energi dunia. Jika terjadi pemblokiran, baik oleh aksi militer langsung maupun karena stagnasi akibat ketegangan. Selain itu distribusi minyak dan barang akan terganggu.
Connie menjelaskan, “Dia enggak usah diblokir pun, kalau sudah ada keriuhan dan kapal stagnan, efeknya ke mana-mana.”
Ia juga menyoroti strategi serangan Iran yang dinilai menyasar titik lemah ekonomi negara-negara tetangga yang menjadi basis militer AS.
Alih-alih menghantam pangkalan militer secara langsung, Iran disebut menargetkan infrastruktur strategis seperti bandara dan pelabuhan di negara hub regional seperti Dubai, Kuwait, dan Bahrain.
“Dia pelajari, kalau hub berarti kekuatannya di bandara dan port. Itu yang dihajar. Ini berdampak pasti masif kepada ekonomi,” jelas pakar militer berusia 61 tahun itu.
Dampaknya sudah terasa pada sektor penerbangan dan mobilitas warga. Connie Rahakundini Bakrie mencontohkan ribuan jemaah umrah Indonesia yang tertunda kepulangannya akibat gangguan penerbangan.
Situasi ini menunjukkan betapa cepat konflik regional bisa berimbas pada masyarakat sipil.
Menurut Connie, Indonesia perlu mencermati eskalasi ini secara serius. Blokade Selat Hormuz bukan sekadar isu luar negeri, tetapi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi nasional, mulai dari harga energi, logistik, hingga kebutuhan pokok sehari-hari.***

Share this article
Connie Bakrie di podcast Denny Sumargo ingatkan dampak konflik Iran: taktik "Jakarta Method" AS pecah belah bangsa & blokade Selat Hormuz yang ancam ekonomi serta dapur rumah tangga Indonesia.