Bobibos Masih Terkendala Regulasi di Indonesia, Tapi Siap Bersinar di Timor Leste

Bobibos, Bahan Bakar Ramah Lingkungan dari Jerami. (Sumber: Chat GPT)
Bobibos, Bahan Bakar Ramah Lingkungan dari Jerami. (Sumber: Chat GPT)
Poin Penting
  • Bobibos adalah inovasi bahan bakar berbasis jerami yang berpotensi pangkas impor minyak dan tingkatkan ekonomi petani.

  • Meski potensi mencapai 10 miliar liter, pengembangan di RI terhambat regulasi yang belum memihak pada limbah jerami.

  • Unit produksi kini dialihkan ke Timor Leste pada Maret 2026, namun tim siap balik ke RI jika ada dukungan pemerintah.

AYOJAKARTA.COM - Inovasi energi alternatif karya anak bangsa kembali menjadi sorotan di tengah ketidakpastian pasokan energi global.

Bobibos digadang-gadang sebagai salah satu solusi bahan bakar ramah lingkungan yang berpotensi mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap impor minyak.

Namun hingga kini, pengembangannya di dalam negeri masih menghadapi kendala regulasi.

Pembina Bobibos yang juga anggota DPR RI, Mulyadi, menegaskan bahwa pada prinsipnya tim pengembang siap menghadirkan Bobibos sebagai alternatif bahan bakar bagi masyarakat Indonesia.

Namun, mereka masih menunggu dukungan pemerintah dalam bentuk regulasi, investasi, dan proteksi industri.

“Kami siap. Yang kami butuhkan itu regulasi, investasi, dan proteksi karena ini alternatif, bukan pengganti,” ujar Mulyadi.

Ia menjelaskan bahwa tanpa dukungan tersebut, inovasi bahan bakar berbasis jerami ini akan sulit berkembang di dalam negeri.

Saat ini kebijakan transisi energi di Indonesia lebih banyak memprioritaskan bahan baku seperti sawit, tebu, dan aren, sementara jerami belum masuk dalam prioritas pengembangan energi terbarukan.

Padahal, potensi bahan baku jerami di Indonesia dinilai sangat besar. Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik, luas lahan sawah di Indonesia mencapai sekitar 11 juta hektare.

Jika dimanfaatkan secara optimal, jerami dari lahan tersebut dapat menghasilkan bahan bakar dalam jumlah besar.

Mulyadi bahkan memperkirakan satu hektare jerami bisa menghasilkan sekitar 2.000 liter bahan bakar.

Jika hanya lima juta hektare saja dimanfaatkan, maka potensi produksi bisa mencapai 10 miliar liter energi alternatif.

Menurutnya, jika Bobibos resmi dikembangkan di Indonesia, ada sejumlah manfaat besar yang dapat dirasakan, antara lain:

  • Menyediakan bahan bakar berkualitas dengan harga lebih terjangkau
  • Meningkatkan pendapatan petani
  • Menghemat anggaran negara melalui pengurangan impor energi
  • Membantu menjaga lingkungan karena emisinya relatif rendah

Tak hanya itu, pengembangan industri bioenergi juga berpotensi membuka lapangan kerja baru sekaligus memperkuat kemandirian energi nasional.

Sementara menunggu kepastian regulasi di Indonesia, pengembangan Bobibos justru bergerak lebih cepat di luar negeri.

Tim pengembang mengumumkan bahwa Bobibos Mobile Unit (BMU) telah selesai diproduksi dan siap dikirim ke Timor Leste pada Maret 2026.

Founder Bobibos, Muhammad Ikhlas Thamrin, menjelaskan bahwa unit produksi bergerak tersebut mampu memproduksi bahan bakar berbasis biomassa dengan kapasitas sekitar 300 liter dalam waktu enam jam.

“Di dalam mobil inilah nanti di Timor Leste kita akan memproduksi Bobibos untuk bensin maupun solar,” jelasnya.

Unit produksi tersebut sebenarnya awalnya dirancang untuk proyek kerja sama di Indonesia bersama Dedi Mulyadi.

Namun karena berbagai kendala, proyek tersebut akhirnya dialihkan ke Timor Leste.

Meski demikian, tim Bobibos menegaskan siap kembali mengembangkan teknologi tersebut di Tanah Air apabila mendapat dukungan dari pemerintah, termasuk jika diminta oleh Prabowo Subianto.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# alternatif
# bahan bakar
# Bobibos

Berita Terkait

News Update

Sport

Mau Nobar Final Piala Dunia? Polda Metro Jaya: Dilarang Bawa Miras!

Jelang final Piala Dunia Spanyol vs Argentina, Polda Metro Jaya mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang berencana menggelar nonton bareng (nobar).

Pendidikan

Hore! Pramono Anung Pastikan 85 Mahasiswa ITB Asal Jakarta akan Dapat Bantuan Beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta

Sebanyak 85 mahasiswa asal DKI Jakarta dari keluarga kurang mampu yang telah diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) dipastikan akan mendapatkan dukungan beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta.

News

Baru 2 Hari Dimulai Kembali, Dugaan Keracunan Akibat Konsumsi MBG di Jember! BGN Janji akan Evaluasi

dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, Jawa Timur.

Metropolitan

Demi Atasi Kemiskinan, Presiden Prabowo Siap Pangkas Anggaran TNI-Polri: Rela Ya?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan penghapusan kemiskinan dan kelaparan di tanah air.

News

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

PWI Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan keterangan kepada media di lingkungan Kejaksaan Agung.

Metropolitan

Sentil yang Sebut Harga Beras Mahal, Presiden Prabowo: Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri

Tak berikan solusi, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan menohok bagi pihak-pihak yang menilai harga beras saat ini terlalu mahal.

Bisnis

Berkat Pelatihan dan KUR BRI, Usaha C'milzea Rosyidah Terus Berkembang

BRI mendukung Rosyidah mengembangkan usaha olahan hasil laut melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan KUR BRI.

Bekasi

Geram! MenPPPA Arifah Fauzi Pastikan Kawal Kasus Bocah 4 Tahun di Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan akan mengawal ketat proses hukum terhadap kasus bocah di Bekasi yang dianaya ibu tiri.

Metropolitan

Catat! Pemprov DKI Hentikan Sistem 'Open Dumping' di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Pemprov DKI Jakarta secara resmi akan mulai meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Viral di Medsos dan Terekam CCTV, Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jaksel Didenda Rp500 Ribu!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah liar di wilayah Jakarta Selatan.

Metropolitan

Secara Bertahap, TPST Bantargebang Mulai Terapkan Sistem Controlled Landfill per 1 Agustus 2026, Apa Itu?

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap.

Metropolitan

Waspada Hujan Ringan di Jakut dan Jaksel, Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 19 Juli 2026

BMKG bagikan informasi seputar cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026.

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.

Bisnis

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Atas Petugas Tenant Nitrogen Merokok di SPBU

Pertamina Patra Niaga tindak tegas petugas tenant nitrogen yang merokok di area SPBU demi menjaga standar keselamatan operasional.

Bisnis

Dukung Usaha Ekonomi Sirkular, Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi PNM

Menteri PPPA dan Kepala BPS apresiasi pemberdayaan PNM untuk usaha ekonomi sirkular yang terbukti dongkrak kemandirian ekonomi.

Gadget

Spesifikasi Red Magic 11S Pro, HP Gaming Snapdragon 8 Elite dengan Baterai Raksasa 7.500 mAh

Red Magic 11S Pro Rp22 juta ditenagai Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4,2 juta). HP gaming tanpa tompel ini bawa bodi transparan, sistem pendingin Aquacore kipas 24k RPM, serta baterai raksasa 7.500 mAh.

Teknologi

Bisa Disulap Jadi PC Desktop, Lenovo Legion Tab Gen 5 Andalkan Fitur Bypass Charging untuk Gamers

Lenovo Legion Tab Gen 5 jadi tablet gaming resmi terkencang dengan Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4 juta). Layarnya IPS 3K 165Hz, bawa fitur Bypass Charging, baterai 9000 mAh, dan bisa jadi PC desktop.