AYOJAKARTA.COM - BOBIBOS akhirnya angkat bicara terkait berbagai tudingan yang menyebut proyek mereka hanya sekadar omong doang atau dianggap “tipu-tipu”.
Tudingan tersebut, kerap muncul karena sejak awal diumumkan dan hingga kini BOBIBOS belum juga resmi diluncurkan ke publik.
Khususnya kepada masyarakat Timor Leste, yang diketahui bahan bakar dari jerami itu tengah bekerja sama untuk memproduksi BBM nabati.
Melalui pernyataan resminya, pihak BOBIBOS memberi jawaban menohok dan menegaskan bahwa proses pengembangan platform yang mereka bangun memang membutuhkan waktu karena harus melalui sejumlah tahapan penting.
Baca Juga: Dinkes DKI Jakarta Tetap Tingkatkan Kewaspadaan Potensi Campak Jelang Lebaran 2026 Meski Kasus Nihil
Pembina BOBIBOS, Mulyadi, sejak launching memperkenalkan temuan timnya, banyak sekali yang memang mendukung, tapi tak sedikit pula yang memberi kritik, menghina dan menuding.
"Kami tentunya tidak main-main, keputusan launching brand dan produk yang kami lakukan tentu ada dasarnya," tegas Mulyadi.
Menurutnya, di era keterbukaan informasi seperti saat ini, apakah masih mungkin membuat produk hoaks dan tipu-tipu?
Mulyadi lantas menegaskan bahwa secarik kertas dari hasil uuji Lab lemigas yang merupakan lembaga paling kompeten di Indonesia adalah dasarnya.
Baca Juga: Jakpro Siapkan Tayangan Variatif dan Perbaikan Layanan Planetarium Saat Libur Lebaran 2026
"Kami percaya diri bahwa BOBIBOS bisa menjadi alternatif bahan bakar di Indonesia, hasil uji Lemigas menyatakan BOBIBOS bensin memiliki RON 98,1," katanya.
Tentu saja temuan ini sangat dahsyat dan perlu diketahui oleh rakyat Indonesia.
Menurutnya, bahan bakar ini juga ramah lingkungan dan harganya lebih murah.
Ia juga mengatakan bahwa bahan bakar memiliki efek domino yang besar.
Baca Juga: Antisipasi Kasus Lonjakan Campak, Dinkes DKI Sebut Jakarta Tidak Ada Kasus Positif
"Biaya angkut jadi turun, ongkos transportasi turun, dan yang paling penting energi ramah lingkungan serta sejalan dengan kepentingan dunia," tegas Mulyadi.
Oleh sebab itu, BOBIBOS siap mengumumkan bahwa akan ada energi alternatif dari jerami yang bisa jadi bahan bakar berkualitas tinggi dan berbiaya murah.
Terkait hal ini, Mulyadi mengatakan bahwa negara Timor Leste merespons sangat cepat dan langsung menyiapkan Regulasi, Investasi, dan Proteksi (RIP) untuk BOBIBOS.
"Kami akan segera merilis kejutan, sebentar lagi, tunggu saja," tutup Mulyadi.***

Share this article
Tudingan tersebut, kerap muncul karena sejak awal diumumkan dan hingga kini BOBIBOS belum juga resmi diluncurkan ke publik.