AYOJAKARTA.COM - Rencana pembangunan pabrik bahan bakar nabati Bobibos di Lembur Pakuan kini menjadi perhatian publik.
Kerja sama antara pihak Bobibos dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, diharapkan segera masuk ke tahap produksi.
Masyarakat sangat menantikan realisasi dari proyek energi ramah lingkungan ini.
Pada Desember 2025, Dedi Mulyadi atau KDM sempat memberikan penjelasan mengenai status kerja sama tersebut.
Gubernur Jawa Barat itu menegaskan bahwa kolaborasi dengan Bobibos tetap berjalan hingga saat ini.
Isu mengenai pembatalan kerja sama tersebut dibantah dengan tegas oleh KDM. Namun, memang terdapat beberapa hambatan teknis yang sedang diselesaikan.
Kendala utama berkaitan dengan kesiapan bangunan serta area lahan di Lembur Pakuan.
Untuk mengatasi hal ini, KDM telah menyediakan lahan seluas dua hektar. Lahan tersebut nantinya akan digunakan untuk menampung mobil dan mesin produksi Bobibos.
Area ini juga disiapkan untuk menyimpan tangki dan membangun fasilitas penunjang lainnya.
Bobibos merupakan bahan bakar inovatif hasil karya anak bangsa. Produk ini dibuat dari jerami sisa panen padi yang diolah melalui proses biokimia.
Kualitasnya diklaim sangat tinggi dan setara dengan oktan RON 98. Selain bertenaga, bahan bakar ini juga memiliki emisi rendah sehingga lebih bersih bagi lingkungan.
M Iklas Thamrin selaku pendiri Bobibos menjelaskan potensi besar dari teknologi ini.
Dari satu hektar lahan sawah, Bobibos mampu menghasilkan sekitar 3.000 liter bahan bakar.
Inovasi ini bertujuan untuk menghadirkan energi murah yang mudah diakses oleh masyarakat luas.
Saat ini, Bobibos sudah mulai melakukan ekspansi ke luar negeri. Mereka menjalankan produksi skala kecil di Timor Leste untuk keperluan pengujian.
Di sana, mereka membagikan bensin dan solar secara gratis kepada warga sekitar.
Bobibos juga berencana melakukan peluncuran resmi yang disaksikan petinggi negara Timor Leste.
"Produksi skala kecil telah dilakukan di Timor Leste. BOBIBOS bensin dan solar terus dibagikan gratis ke warga sekitar secara acak untuk pengujian," tulis Bobibos dalam postingan di akun media sosial Instagram yang diunggah pada Senin, 1 Juni 2026.
"Nantinya, BOBIBOS akan launching secara resmi disaksikan oleh para petinggi negara Timor Leste. Sebelum melakukan produksi massal. Persiapan persiapan tengah dilakukan. Mohon doanya, niat baik kami menghadirkan energi bersih dan murah selalu dimudahkan. Amin," sambungnya lagi.
Sontak postingan itu langsung menuai berbagai komentar dari netizen. Salah satu warganet menanyakan perihal kerja sama dengan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi.
"Ijin kang nanya kalau yang sama KDM kelanjutannya gimana? Saya berharap jadi kebanggaan untuk Jawa Barat," tulis salah satu warganet di kolom komentar.
"Kami masih menunggu dari pihak kang @dedimulyadi71," jawab pihak Bobibos.
Terkait proyek di Jawa Barat, pihak Bobibos mengaku masih menunggu langkah selanjutnya dari KDM.
Dedi Mulyadi sempat menyatakan bahwa dia berharap proyek ini menjadi bukti nyata kolaborasi yang menguntungkan ekonomi daerah.***
Share this article
Pabrik bioetanol jerami RON 98 Bobibos di Lembur Pakuan (kerja sama dengan Dedi Mulyadi) terkendala lahan 2 hektar. Sementara itu, Bobibos mulai uji coba produksi & bagi BBM gratis di Timor Leste.