Pegi Setiawan Ajukan Praperadilan, Kuasa Hukum Vina Cirebon Nekad Minta Ini ke Presiden

Keluarga Vina melalui kuasa hukum tengah mengusulkan kepada Presiden untuk membuat tim pencari fakta agar pengusutan kasus segera selesai.
Keluarga Vina melalui kuasa hukum tengah mengusulkan kepada Presiden untuk membuat tim pencari fakta agar pengusutan kasus segera selesai.

AYOJAKARTA.COM - Sidang praperadilan Pegi Setiawan dalam kasus Vina Cirebon ditunda hingga 1 Juli 2024 karena ketidakhadiran Polda Jabar.


Tim kuasa hukum yakin Pegi Setiawan bukan pelaku dengan bukti kejanggalan yang ada di kasus pembunuhan Vina Cirebon ini.


Hakim memutuskan bahwa sidang praperadilan Pegi Setiawan dalam kasus Vina Cirebon resmi ditunda hingga 1 Juli 2024.

Baca Juga: 5 Pekerjaan Sampingan yang Minim Skill  Bisa Dikerjakan dari Rumah, tapi Penghasilan Tak Main-main! 

Diketahui, penundaan ini disebabkan oleh ketidakhadiran Polda Jawa Barat yang menjadi alasan utama.

Perlu diketahui bahwa , tujuan dari sidang praperadilan ini adalah untuk membatalkan status Pegi Setiawan sebagai tersangka dengan mendukung bukti-bukti yang ada.

Kejanggalan Bukti Pegi Setiawan

Latar belakang adanya sidang praperadilan Pegi setiawan ini adalah terdapat dugaan bahwa polisi telah melakukan kesalahan prosedur kepolisian.

Baca Juga: Psikologi Cinta: 5 Tanda ini Menunjukkan kamu Salah Dalam Memilih Cinta 

Dalam perjalanan pengusutan kasus Vina Cirebon ini ada beberapa kejanggalan dalam penetapan Pegi Setiawan sebagai pelaku pembunuhan.

"Polda Jawa Barat terlalu mengada-ada soal alat bukti yang disiapkan," ungkap tim kuasa hukum Pegi Setiawan, dikutip dari Kompas TV pada 23 Juni 2024.

Dalam sebuah tayangan di Kompas TV (23/06/2024), perwakilan dari Polda Jabar sendiri tampak kurang yakin dalam membuktikan keberadaan sidik jari Pegi Setiawan pada barang bukti berupa samurai.

Baca Juga: 10 Universitas Terbaik di Indonesia Versi Webometrics 2024: UI, UGM, ITB Masuk Top 3 Peringkat Nasional

Samurai tersebut ditemukan di TKP, namun polisi belum bisa membuktikan adanya sidik jari Pegi Setiawan pada samurai tersebut, jika benar terlibat dalam kasus pembunuhan itu.

Alat bukti tersebut merupakan salah satu kejanggalan dalam penetapan Pegi Setiawan yang diduga sebagai Pegi atau Perong.

Disisi lain, Seorang pakar hukum pidana, Ganjar Laksmana, mengungkap bahwa penuntasan kasus Vina Cirebon ini dirasa unik karena diduga masih banyak teka-teki yang belum terselesaikan.

Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah untuk Kamu yang Memiliki Minat Berkarier di Dunia Penyiaran

"Mengapa pengungkapannya unik? hingga sekarang, kasus ini ibarat bom waktu," kata Ganjar Laksmana.

Ganjar Laksmana juga mengungkapkan bahwa kasus pembunuhan Vina Cirebon menjadi pembelajaran penting bagi institusi penegak hukum ke depannya, terutama dalam menjaga kehormatan institusi tersebut.

"Kasus ini menjadi pembelajaran bagi polisi. Sekarang, mereka harus benar-benar menggunakan semua metode yang ada dan diuji dengan sungguh-sungguh.

Baca Juga: KABAR GEMBIRA! KJP Plus Tahap 1 2024 Gelombang 2 Cair Dobel untuk 130 Ribu Penerima, Cek Jadwalnya di Sini!

Menjaga kehormatan institusi bukan dengan menutup-nutupi suatu perkara, tetapi justru dengan mengungkap apa adanya.

Jika institusi melakukan kesalahan, akui dan minta maaf," tambah Ganjar Laksmana, pakar hukum pidana.

Tanggapan Keluarga Vina Cirebon Tentang Pegi Setiawan

Terkait dengan kesimpangsiuran isu salah tangkap tersebut pengacara keluaraga Vina pun akhirnya ikut buka suara.

Baca Juga: Reza Indragiri: Ketidakhadiran Polda Jabar di Praperadilan Pegi Setiawan Berisiko Mengikis Kepercayaan Publik
Putri Maya Rumanti, Kuasa Hukum Keluarga Vina mengungkap bahwa pihaknya tetap mencari-mencari bukti terbaru.

"Seperti yang disampaikan oleh pak Hotman kemarin, kami tetap mencari bukti-bukti terbaru yang berkaitan dengan kasus ini," Ungkap Putri dikutip dari Youtube TV One (25/06/2024).

Pihak keluarga Vina melalui kuasa hukumnya kini pun tengah mengusulkan kepada Presiden untuk membuat tim pencari fakta agar pengusutan kasus ini dapat terselesaiakan secara transparan.

Baca Juga: Awas Jangan Sampai Salah Belajar! Ini Perbedaan Materi CPNS 2024 dan PPPK 2024
"Dan tentunya kami berharap sekali bisa didengar oleh bapak Presiden untuk membuat tim pencari fakta, jadi agar kasus ini benar-benar terbuka dan tidak ada lagi asumsi bahwa ada pelaku salah tangkap dan sebagainya.

Karena kami disini mohon sekali kepada bapak Presiden untuk membantu mengungkap kasus ini, agar kalau Pegi bukan pelaku mohon untuk dilepaskan.

Jadi kami tetap mencari bukti-bukti baru adakah keterkaitan pihak-pihak lain," Tegas Putri.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Pegi Setiawan
# Vina Cirebon
# Polda Jabar
# Bukti
# Presiden
# kasus

News Update

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.

Bisnis

Sulap Tenaga Surya Jadi Penopang Ekonomi, Terobosan Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Kecamatan Balongan

Setahun GARBATERA Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Balongan! Dorong PLTS, PMT balita, dan ekonomi UMKM lokal secara terukur.

News

Mundur dari Kepala BGN karena Alasan Kesehatan, Nanik S Deyang Ungkap Sosok 'Adik Saya' yang Akan jadi Pengganti

Nanik S Deyang berharap dengan sosok ini, kebijakan program MBG bisa dilanjutkan dan dijaga sehingga bisa berjalan dengan baik ke depannya.

Metropolitan

Transformasi Pengelolaan Sampah di TPST Bantargebang Dimulai, Zona Buang Ditutup dengan Media Pelindung, Ini Fungsinya

Kebijakan ini dilakukan sebagai langkah awal penerapan controlled landfill serta penghentian praktik open dumping secara bertahap.

Metropolitan

DPRD DKI Desak Pemprov Segera Terapkan Perda Jaringan Utilitas, Kabel Semrawut Dinilai Darurat

Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Yuke Yurike, mengatakan penataan jaringan utilitas sudah tidak bisa lagi ditunda.

Metropolitan

Jadi Terobosan Bersejarah untuk Pembiayaan Jakarta, Obligasi Daerah Rp3,5 Triliun Dilirik Banyak Investor, Ini Kata Pramono

Menurut Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, tingginya minat investor juga tak lepas dari besarnya APBD yang dimiliki Pemprov DKI.

Metropolitan

LRT Jakarta Fase 1B Velodrome-Manggarai Segera Beroperasi, DPRD Minta Pelayanan dan Integrasi Jadi Prioritas

Anggota Komisi B DPRD DKI Jakarta, Dwi Rio Sambodo, menyampaikan optimismenya terhadap kehadiran lintasan baru LRT Jakarta tersebut.