AYOJAKARTA.COM – Pada rapat paripurna DPRD Jawa Barat tanggal 22 Mei 2025, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi dan Wakil Ketua DPRD Jawa Barat dari Fraksi PDIP, Ono Surono, menciptakan momen hangat dan langka.
Pada awal rapat, Dedi Mulyadi dan Ono Surono terlihat saling merangkul dan diselingi lontaran candaan. Tak hanya itu, dalam sambutannya, Gubernur Jawa Barat tersebut menyelipkan gurauan terhadap politisi PDIP tersebut.
“Bapak Ono Surono, tokoh spektakuler kita di DPRD Provinsi Jawa Barat,” tutur Dedi Mulyadi pada Sambutan Rapat Paripurna DPRD Jawa Barat yang dikutip dari Kompas TV pada Jumat 23 Mei 2025.
Baca Juga: Prospek Kerja Menjanjikan! Ini TOP 5 SMK Negeri Unggulan di Jakarta, Bisa Jadi Referensi SPMB 2025
Pria yang akrab disapa KDM tersebut melontarkan candaan bahwa Ono Surono ini sangat populer dan mengatakan banyak terlibat dengan kontrak media.
“Pak Ono Surono ini sangat populer di DPRD Jawa Barat, kontrak-kontrak medianya nih nanti pasti sudah banyak,” gurau Gubernur Jabar tersebut.
Momen hangat keduanya pada saat rapat tersebut menjadi sorotan, pasalnya, selama ini keduanya (Dedi Mulyadi dan Ono Surono) kerap kali terlibat perseteruan di Media Sosial.
Perseteruan antara Dedi Mulyadi dan Ono Surono bermula dari perbedaan paradigma politik dan ketegangan komunikasi antara eksekutif dan legislatif di Jawa Barat.
Baca Juga: PKH, BPNT, dan BLT-BBM 2025 Khusus Jawa Timur Mulai Disalurkan Besok, Ini Jadwal Lengkapnya!
Dedi Mulyadi, yang dikenal sebagai politisi dengan pendekatan populis, konten digital, dan budaya lokal, sering mengkritik politik formal dan elit partai, yang dianggapnya tidak dekat dengan rakyat.
Sebaliknya, Ono Surono adalah kader PDIP yang teguh pada struktur partai, loyalitas, dan kerja politik sistemik, sehingga menganggap gaya politik Dedi sebagai "politik pencitraan" yang membahayakan etika politik.
Konflik memuncak ketika Dedi mengisyaratkan maju dalam Pilgub Jabar 2024 tanpa dukungan partai yang jelas, sementara Ono sebagai Ketua DPD PDIP Jabar menolak mendukung figur yang dianggap populer tapi tidak loyal pada partai.
Selain itu, Dedi pernah menyatakan tidak membutuhkan DPRD, yang membuat Fraksi PDIP DPRD Jawa Barat walkout sebagai bentuk protes dan kekecewaan atas komunikasi yang buruk antara gubernur dan DPRD.
Dengan demikian, pada momen rapat kali ini menandai perbaikan hubungan yang sebelumnya sempat tegang antara keduanya akibat perseteruan politik dan kritik dari Fraksi PDIP terhadap kebijakan Dedi Mulyadi. ***
Share this article
Dedi Mulyadi & Ono Surono akur di rapat DPRD Jabar 22 Mei, canda & pelukan akhiri ketegangan politik lama mereka.