AYOJAKARTA.COM – Seorang WNA asal Rusia bernamma Arthem Kotukhov belum lama ini membagikan video yang menyatakan dirinya yang mengaku dideportasi paksa oleh pihak imigrasi Bali.
Melansir dari akun Instagram @terang_media pada Rabu, 15 Mei 2024, Arthem Kotukhov mengaku dirinya dideportasi paksa usai membantu kepolisian mengungkap mafia besar kasus narkoba di Bali.
Video tersebut Arthem Kotukhov tujukan kepada Presiden RI dan Menteri Hukum dan HAM.
“Saya bernama Arthem Kotukhov WNA asal Rusia menyampaikan secara terbuka melalui video ini bahwasanya saya telah dideportasi paksa oleh Imigrasi Bali setelah saya bantu polisi menangkap mafia besar narkoba,” kata Arthem dikutip dari akun Instagram @terang_media pada Instagram @terang_media.
Arthem menjelaskan bahwa dirinya sudah mempunyai dokumen personal yang lengkap dan sah untuk tinggal di Indonesia.
Bahkan, Arthem pun mengaku memiliki Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Mabes Polri.
Arthem menegaskan selama tinggal di Indonesia dirinya tidak pernah melakukan tindakan yang melanggar hukum.
“Padahal saya memiliki dokumen personal yang lengkap dan sah. Saya tidak pernah melakukan pelanggaran hukum apapun. Justru selama ini saya banyak bantu aparat keamanan negara untuk tangkap para penjahat narkoba untuk tangkap para penjahat narkoba di Pulau Bali. Saya juga ada SKCK dari Mabes Polri,” jelasnya.
Diketahui Arthem merupakan seorang mualaf dan telah menikah dengan perempuan asal Indonesia.
Ia mengaku sangat cinta dengan Indonesia dan ingin kembali mendapatkan izin tinggal di Tanah Air.
Arthem mengungkapkan dirinya merasa ada sesuatu yang janggal dari proses deportasi yang dialaminya.
Oleh karena itu, ia berharap agar segera dilakukan pemeriksaan terhadap pihak-pihak imigrasi tersebut.
Akan tetapi, belum ada konfirmasi dari pihak imigrasi bali terkait kasus deportasi tersebut.
“Mengingat ada ketidakwajaran dari proses deportasi ini mohon ada pemeriksaan terhadap oknum-oknum di Imigrasi itu,” pungkasnya.***

Share this article
Arthem Kotukhov mengaku dirinya dideportasi paksa usai membantu kepolisian mengungkap mafia besar kasus narkoba di Bali.