AYOJAKARTA.COM - Komisariat Tinggi PBB urusan Pengungsi (UNHCR) memperkirakan jumlah pengungsi Rohingya akan datang lebih banyak ke Indonesia.
Hal itu disampaikan oleh juru bicara UNHCR, Babar Baloch yang mengatakan pada Desember ini jumlah pengungsi imigran Rohingya akan datang lebih banyak.
Juru bicara UNHCR mengatakan, kedatangan pengungsi Rohingya didorong dengan musim berlayar tahunan yang terjadi pada Desember sehingga perairan di Laut Andaman relatif tenang.
Kondisi tersebut yang memungkinkan para pengungsi berlayar dari Bangladesh ke negara-negara tertentu seperti ke Indonesia.
Dikutip dari akun Instagram @fakta.jakarta, jumlah pengungsi yang akan mendarat bulan ini belum dapat diprediksi.
“Kami tidak bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada bulan Desember, tapi jika kita melihat tahun lalu, 2022, tiga bulan terakhir adalah tersibuk,” kata Babar Baloch.
UNHCR juga menyampaikan bahwa pada Sabtu, (5/12/2023) kapal Rohingya yang baru mendarat di Kota Sabang, Aceh telah membawa sekitar 150 orang.
Sehingga diperkirakan, menurut UNHCR jumlah total pengungsi Rohingya yang melarikan diri melintas Laut Andaman dengan perahu ada 3.722 orang sepanjang tahun.
Baca Juga: Tes Ilusi Optik: Cek Kejelian Mata Kamu, Coba Temukan Kupu-Kupu pada Kumpulan Bunga Matahari
UNHCR juga menyampaikan bahwa pihaknya telah menerima beberapa laporan mengenai dua kapal lagi yang masih dalam perjalanan, dengan jumlah penumpang sekitar 400 orang.
Berita tersebut tentu menuai banyak respon dari warganet, tak sedikit dari mereka yang mendesak pemerintah untuk segera mengusir Rohingya dari tanah air.
UNHCR pun sampai menjadi sasaran kemarahan warganet bahkan ada yang memintanya untuk dibubarkan.
“Ini biang keroknya @unhcrindonesia, usir dan tutup kantornya yang ada di Jakarta,” kata @kangxxxx.
“Bubarkan UNHCR,” kata @zarawxxx.
“Pertanyaan gue, kenapa bisa masuk begitu aja? Perairan kita nggak dijaga kah, bisa sebebas itu?,” kata @papaxxx.***

Share this article
Komisariat Tinggi PBB urusan Pengungsi (UNHCR) memperkirakan jumlah pengungsi Rohingya akan datang lebih banyak ke Indonesia.