AYOJAKARTA.COM – Calon Presiden (Capres) dari Koalisi Perubahan untuk Persatuan, Anies Baswedan, baru-baru ini mengungkapkan cerita di balik penulisan surat tangan yang dia tulis kepada Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), dalam upaya untuk mengajaknya menjadi calon Wakil Presiden (Cawapres).
Melansir kanal YouTube – Najwa Shihab, kejadian ini bermula pada Jumat, 25 Agustus 2023, ketika salah satu utusan dari Tim 8 Koalisi Perubahan mendatangi Anies.
Utusan tersebut memberitahu Anies bahwa Demokrat berencana untuk menarik anggota mereka dari tim tersebut karena tugas yang diberikan kepada mereka tidak terlaksana.
Baca Juga: KTT ASEAN 2023: Rute Alternatif di DKI Jakarta Rabu, 6 September 2023, Cek di Sini!
"Utusan saya di Tim 8 datang dan menyampaikan bahwa ‘Pak Anies ini utusan dari Demokrat mungkin akan ditarik. Kenapa? Karena tugas yang diembankan kepada mereka tidak terlaksana’,” ujar Anies dikutip Rabu (6/9/2023).
Anies kemudian bertanya kepada utusannya tentang langkah yang sebaiknya diambil.
Utusan Demokrat kemudian mengusulkan agar Anies membuat pernyataan yang menyatakan bahwa AHY merupakan salah satu opsi sebagai calon Wakil Presiden dari koalisi tersebut.
Anies menjelaskan bahwa nama AHY sebenarnya telah disodorkan kepada para petinggi partai Koalisi Perubahan sejak bulan Juni, termasuk kepada NasDem dan PKS.
Namun, mereka meminta bukti tertulis untuk mendukung klaim ini.
“Mereka meminta bahwa benar Anies menyampaikan pilihan yang ada adalah AHY dan itu sudah saya katakan kepada NasDem sejak Juni, kepada PKS sejak Juni, kepada Demokrat juga. Tapi mereka bilang tidak mungkin mendatangkan saya, jadi mereka minta ada sesuatu yang tertulis, yang bisa ditunjukkan,” ucap Anies.
Baca Juga: 7 Jurusan Kuliah Teraneh di Dunia yang Harus Kamu Ketahui Meski Sekali Seumur Hidup
Maka, Anies memutuskan untuk menulis sebuah surat spontan kepada utusan Demokrat. Surat ini tidak dimaksudkan untuk dipertontonkan secara publik, namun lebih sebagai bukti atas klaim yang telah dia sampaikan.
Setelah surat itu ditulis, Anies berencana untuk memberikannya kepada AHY. Surat tersebut akan disimpan oleh utusan Anies di Tim 8, yaitu Sudirman Said, dan begitu pula jika ada balasan dari AHY.
Surat ini dianggap sebagai upaya Anies untuk menjalin kesepahaman dengan Demokrat mengenai kemungkinan AHY sebagai calon Wakil Presiden, bukan untuk pertunjukan publik. Anies juga mengungkapkan keheranannya ketika surat tersebut tersebar di media sosial, karena dia tidak pernah bermaksud untuk mempublikasikannya.
“Jadi ini bukan sebuah surat yang untuk dipertontonkan. Kenapa? Karena ini untuk menyampaikan yang dikerjakan oleh utusan Demokrat sudah dilaksanakan dan ini memang benar. Jadi saya menulis kemudian, untuk menyampaikan harapan apakah berkenan untuk jadi pendamping," katanya.
“Tidak ada pemotretan, karena itu kami juga heran, kok bisa ada fotonya, karena setahu kita tidak pernah ada pemotretan Pak Sudirman atau yang lain,” imbuh Anies.
Sebelumnya, Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) Partai Demokrat, Andi Arief, telah mengungkapkan surat ini yang berisi harapan Anies agar AHY menjadi cawapres.
Surat tersebut ditulis tangan oleh Anies dan ditandatangani pada tanggal 25 Agustus 2023, dengan kesaksian dari dua orang. Andi juga menyinggung soal pentingnya kejujuran dalam kepemimpinan.
Berikut isi surat Anies Baswedan:
Mas AHY Yth
Semoga dalam keadaan sehat, tetap produktif dan selalu dalam kesehatannya.
Melalui pesan singkat ini, kami bermaksud menyampaikan harapan, agar Mas AHY berkenan untuk menjadi pasangan dalam mengikuti Pilpres 2024.
Teriring salam hormat.***

Share this article
Terbongkar fakta sebenarnya dari ramai surat Anies Baswedan minta AHY jadi salah satu kandidat cawapresnya