AYOJAKARTA.COM – Kasus penganiayaan yang menewaskan Imam Masykur yang dilakukan oleh oknum Paspampres Praka RM atau Riswandi Manik hingga kini masih menjadi perhatian publik.
Bagaimana tidak, tindakan penganiayaan yang dilakukan Praka RM terhadap Imam Masykur mendapat kecaman di masyarakat.
Pasalnya, tindakan yang dilakukan Praka RM kepada Imam Masykur dinilai sangat keji oleh masyarakat.
Terlebih beberapa hari belakangan ini beredar sebuah video yang memperlihatkan aksi penganiayaan kepada seorang pria yang disebut-sebut adalah Imam Masykur.
Video tersebut memperlihatkan seorang pria yang tengah dianiaya di dalam mobil.
Mengenai video yang beredar tersebut, Komandan Polisi Militer Kodam Jaya (Danpomdam Jaya) Kolonel CPM Irsyad Hamdie Bey Anwar buka suara.
Irsyad Hamdie memastikan bahwa pria yang ada dalam video penganiayaan tersebut bukanlah Imam Masykur.
Menurut Irsyad Hamdie, video yang kini beredar tersebut merupakan informasi bohong alias hoaks.
Baca Juga: Ramai Kasus Viral Warga Aceh Dianiaya Oknum Paspampres, Hotman Paris Siap Bantu Korban!
“Hoax, itu tidak ada kaitannya dengan ini (Imam Masykur)” kata Irsyad, dikutip AyoJakarta.com dari Suara.com, Selasa, 29 Agustus 2023.
Kemudian, Irsyad juga memberikan respon terkait video rekaman percakapan saat Imam Masykur meminta uang tebusan kepada keluarga yang diunggah oleh akun Instagram @rekan_aceh.
Irsyad lantas membenarkan video tersebut dan menyebut korban meminta uang tersebut kepada ibunya.
Dalam video tersebut, Irsyad menyebut bahwa korban berkomunikasi dengan ibunya menggunakan bahasa Aceh.
Baca Juga: Oknum Paspampres Diduga Aniaya Warga Aceh hingga Meninggal, Danpaspampres Beri Keterangan Begini
Untuk diketahui, Imam Masykur menjadi korban penganiayaan oleh diduga Paspampres Praka RM.
Sebelum tewas, Imam Masykur sempat diculik dan dimintai uang tebusan oleh pelaku.
Kini, pelaku penganiayaan Imam Masykur sudah ditangkap dan ditahan oleh pihak berwajib.***

Share this article
Kasus penganiayaan yang menewaskan Imam Masykur yang dilakukan oleh oknum Paspampres hingga kini masih menjadi perhatian publik.