AYOJAKARTA.COM -- Salah satu mantan wali murid Ponpes Al Zaytun membeberkan terkait pergaulan bebas di dalam Pondok Pesantren yang dipimpin oleh Panji Gumilang.
Leny Siregar mengaku menarik anak-anaknya yang bersekolah di Pondok Pesantren Al Zaytun karena mendengar adanya dugaan kasus pelecehan seksual yang dilakukan pimpinan Ponpes ke salah satu pegawainya.
"Saya menarik anak-anak saya, karena pada saat itu terdengar kasus dugaan pelecehan seksual yang dilakukan ke pegawainya, yang melakukan pada saat itu pimpinan pesantren (PG)," ujar Leny, dilansir dari YouTube tvOneNews, Minggu (9/7/2023).
Baca Juga: 5 Jurusan Kuliah Paling Diincar Perusahaan, Urusan Gaji Pasti Aman
Sebelumya, Leny mengaku sempat bertabayyun dan kroscek terlebih dahulu. Namun, dari sanalah ia mengaku mendapatkan kebenaran serta bukti-buktinya.
"Saya tabayyun, saya kroscek ke almarhum suaminya korban pada saat itu. Kemudian juga sempat dekat juga berteman dengan korban dan saya dapati juga bukti-bukti voice note dan saya kenal suara itu suara siapa," ujar Leny.
Leny mengatakan bahwa dari salah satu bukti tersebut, ada yang membuat ia semakin yakin bahwa kasus pelecehan seksual di Ponpes Al Zaytun itu benar-benar terjadi.
"Kemudian juga satu video percakapan ya memang meyakinkan saya itu adalah pimpinan pesantren dan juga korban. Dari situ saya yakin sebelum viral di media massa, saya tidak kuat untuk menanggung malu. Saya tarik anak-anak saya dari situ," kata Leny.
Baca Juga: Ini Dia 6 Jurusan Kece yang Paling Banyak Dicari di Dunia Kerja!
Setelah ditariknya anak-anaknya dari Ponpes Al Zaytun, Leny menyampaikan ada beberapa pihak dari wali murid yang juga mengikuti langkahnya.
Tidak hanya kasus dugaan pelecehan, ada kasus lainnya yang membuat Leny semakin yakin menarik anak-anaknya dari Pondok Pesantren Al Zaytun. Salah satunya adanya sikap otoriter dari pimpinan pesantren.
"Ada, jadi sikap otoriter dari PG yang saya tidak suka dan sudah tidak berkenan karena menyangkut benar-benar hak orang tua," kata dia.
Adapun sikap otoriter yang membuat Leny semakin tidak suka adalah adanya sikap paksaan dari pimpinan pondok seperti memaksa vaksin flu kepada para santri saat pandemi covid, hingga menggantikan makanan pokok dari nasi menjadi roti gandum secara 100 persen.
Baca Juga: Untuk Wanita, 4 Jurusan Kuliah Menjamin Mudah Dapat Kerja dengan Gaji Tinggi
Leny Siregar juga membeberkan keanehan-anehan yang lain yang terjadi di Ponpes Al Zaytun. Menurut Leny ada beberapa ajaran agama yang berbeda dari ajaran Islam pada umumnya.
Seperti ketika adzan yang berbeda dari adzan pada umumnya. Adzan di Ponpes Al Zaytun itu bernada datar dan tegas hingga menambahkan gerakan-gerakan tangan.
"Adzan ya yang sangat berbeda dengan di luar gitu ya dan saya sendiri seumur hidup juga baru tahu adzan yang seperti itu, nadanya datar, nadanya sangat tegas, kemudian pakai gerakan tangan seperti itu," ujar Leny.***

Share this article
Mantan wali murid Ponpes Al Zaytun membeberkan terkait pergaulan bebas di dalam Pondok Pesantren yang dipimpin oleh Panji Gumilang.