AYOJAKARTA.COM -- Buntut aksi unjuk rasa mahasiswa, membuat jabatan Mendikti Saintek yang berada di pundak Satryo Soemantri Brojonegoro beralih ke Brian Yuliarto.
Berakhirnya Satryo Soemantri Brodjonegoro sebagai Mendikti Saintek yang kini digantikan Brian Yuliarto, menjadi perombakan atau reshuffle perdana di Kabinet Merah Putih.
Sebelum digantikan oleh Brian Yuliarto, Mendikti Saintek Satryo Soemantri Brodjonegoro juga sempat menuai sorotan lantaran dianggap kontroversi.
Dalam rapat bersama DPR, Satryo sempat menyebut kebijakan efisiensi anggaran dapat berdampak pada pelayanan pendidikan di Perguruan Tinggi.
Untuk menyiasati kondisi tersebut, Satryo juga menyinggung potensi akan terjadinya kenaikan biaya Uang Kuliah Tunggal atau UKT bagi mahasiswa.
Di samping kenaikan UKT, mahasiswa peserta beasiswa KIP Kuliah juga disebut-sebut akan ikut terkena dampak adanya efisiensi anggaran yang dicanangkan Presiden Prabowo.
Akibat pernyataannya tersebut, ribuan mahasiswa di sejumlah daerah mulai melakukan tuntutan agar pemerintah lebih peka dengan kondisi masyarakat.
Selain menggelar aksi unjuk rasa di berbagai daerah, penolakan terhadap kebijakan Satryo juga terjadi di sejumlah platform media sosial.
Wacana kenaikan UKT hingga pencabutan beasiswa, serta sejumlah persoalan sosial juga dianggap turut menetaskan lahirnya tanda pagar Kabur Aja Dulu sebagai respon emosional.
Sebelumnya, Satryo Soemantri Brodjonegoro juga sempat menyedot perhatian publik karena dianggap oleh pegawai di Kemendikti Saintek kurang memanusiakan manusia.
Di samping memiliki sikap otoriter dan mudah marah, Satryo Soemantri Brodjonegoro juga disebut arogan oleh para pegawai di lingkungan kementerian.
Akibat perbuatannya yang dinilai kurang mencerminkan etika pejabat di bidang pendidikan, mobil dinas Satryo Soemantri Brodjonegoro sempat dihadang oleh ratusan ASN.
Kendati persoalan tersebut sudah tuntas dan redup, status Satryo Soemantri Brodjonegoro sebagai Menteri Dikti Saintek berakhir di hari ke 122 pemerintahan Prabowo Subianto.
Sebagai pengganti Satryo Soemantri Brodjonegoro, Presiden Prabowo kemudian menunjuk Guru Besar ITB Brian Yuliarto sebagai Mendikti Saintek.
Dalam pelantikan yang digelar di Istana Negara pada Rabu, 19 Februari 2025, Presiden juga menunjuk sejumlah tokoh lain untuk tugas berbeda.
Baca Juga: Usai 100 Hari Kerja, Benarkah Prabowo Siap Reshuffle Kabinet? Mensetneg Ikut Buka Suara Begini...
Selain Satryo Soemantri Brodjonegoro, publik juga menduga-duga masih ada sejumlah menteri yang akan segera menyusul untuk di reshuffle.
Berdasarkan rekam jejak Mendikti Saintek, publik menduga calon menteri di kabinet Merah Putih dengan citra pembuat keresahan publik akan menjadi yang berikutnya.
Menyikapi pergantian pejabat di tingkat menteri, sejumlah kalangan menganggap hal tersebut merupakan hak khusus dari Presiden sehingga tidak perlu ditafsir.***

Share this article
Lengsernya Satryo Soemantri Brodjonegoro sebagai Mendikti Saintek yang digantikan Brian Yuliarto jadi reshuffle perdana Kabinet Merah Putih.