Waspada! Wilayah Indonesia Pernah di Guncang Gempa Beruntun seperti Turki, Ahli Sarankan Cek Sesar Aktif

Gempa seperti Turki dan Suriah pernah terjadi di wilayah Indonesia, pakar minta pihak terkait cek sesar akif.
Gempa seperti Turki dan Suriah pernah terjadi di wilayah Indonesia, pakar minta pihak terkait cek sesar akif.

AYOJAKARTA.COM -- Bencana gempa bumi yang melanda wilayah Turki dan Suriah pada Senin, 6 Februari 2023 lalu mengagetkan publik internasional.

Pasalnya hingga hari Sabtu, 11 Februari 2023 gempa dengan magnitudo 7,8 tersebut menelan 24.178 korban jiwa dengan rincian 20.665 jiwa berasal dari Turki dan 3.513 jiwa berasal dari Suriah.

Dikutip dari akun Twitter Daryono yang merupakan Kepala Pusat Gempabumi dan Tsunami BMKG, terdapat beberapa faktor penyebab banyaknya korban jiwa pada musibah tersebut.

Baca Juga: Gempa Bumi M 3,4 Guncang Bukittinggi Sumatera Barat

"Mengapa gempa Turki sgt destruktif?: (1) Magnitudo besar 7,8 (2) Gempa kerak dangkal (3) Terdiri 3 gempa besar 7,8 6,7 & 7,5 (4) Waktu gempa pagi hari pukul 4 banyak warga di rumah, masih tidur (4) Pusat gempa di kelilingi 4 kota besar: Gaziantep, Kahramanmaras, Pazarcik, & Nurdagi," tulis Daryono melalui akun Twitter-nya.

Seorang Dosen Geologi UGM, Dr. Wahyu Wilopo juga menyampaikan beberapa hal terkait banyaknya korban jiwa pada musibah ini dalam sebuah artikel berita yang diunggah melalui laman ugm.ac.id pada Sabtu, 11 Februari 2023.

Wilopo mengatakan bahwa kerusakan yang diakibatkan oleh gempa bumi tersebut berkaitan dengan beberapa hal salah satunya jarak gempa dari lokasi patahan.

Baca Juga: Viral Korban Gempa Turki Bertahan di Reruntuhan Gempa, Saat Diselamatkan Minta 1 Hal Ini Akhirnya Mau ke Luar

”Kerusakan gempa bumi sangat dipengaruhi oleh kekuatan gempa, durasi gempa, jarak gempa (jarak horizontal dan kedalaman) dari lokasi, kondisi tanah dan batuan di lokasi termasuk ada tidaknya jalur patahan dan kekuatan bangunan yang ada,” kata Wahyu Wilopo.

Selain itu titik episentrum gempa yang berada di darat dan rentetan guncangan dengan kekuatan cukup besar yang terjadi sebelum magnitudo terbesar 7,8 membuat kerusakan semakin parah.

“Yang terjadi pada pukul 4.17 pagi dengan magnitude yang lebih rendah, kemudian terjadi gempa lagi pada pukul 4.28 dengan magnitude 6,7 dan pada pukul 13.24 siang terjadi gempa dengan magnitude paling besar 7,8,” lanjut Wilopo.

Baca Juga: Update Terbaru Gempa Jayapura: BMKG Laporkan Lebih dari Seribu Aktivitas Gempa Bumi Sejak Awal Januari

Lebih lanjut Wilopo mengkomparasikan gempa yang terjadi di Turki dengan salah satu tipe gempa bumi sejenis yang pernah terjadi di Indonesia yakni di wilayah Lombok.

Dikutip dari laman bmkg.go.id pada dua artikel berita dengan judul "Ulasan Guncangan Tanah Akibat Gempa Lombok Timur", guncangan dengan magnitudo 7.0 yang terjadi pada 5 Agustus 2018 pada wilayah tersebut diawali dengan beberapa gempa.

Awalnya terjadi gempa dengan kekuatan M 6,4 pada 29 Juli 2018, kemudian terjadi 213 gempa susulan dengan 20 gempa susulan dirasakan dan gempa susulan paling kuat adalah 5.7 SR.

Kemudian setelah gempa dengan magnitudo 7,0 mengguncang, terjadi guncangan baru dengan kekuatan M 6,9 pada 19 Agustus 2018.

Baca Juga: Waspada! Siap-siap Ada Ancaman Nyata Akibat Gempa Sesar Baribis di Karawang, Getarannya Capai Skala IV-V MMI

Namun berdasarkan penjelasan dari BMKG, guncangan tersebut merupakan gempa utama baru yang berbeda dari gempa utama yang terjadi pada 5 Agustus 2018 dengan magnitude 7.0 dan bukan merupakan gempa bumi susulan dari gempa tersebut.

Kembali ke penjelasan dari Wilopo, kesamaan tersebutlah yang patut diwaspadai oleh masyarakat akan nasib yang sama saat gempa sejenis datang kembali.

“Masyarakat kita juga harus waspada terhadap gempa susulan, yang mungkin magnitudonya lebih besar dari gempa yang pertama seperti kasus yang terjadi di Turki ini atau di Lombok pada 2018,” ucapnya.

Dalam penjelasannya Wilopo menyebutkan bahwa bangunan yang ada di Turki lebih bagus daripada di Indonesia, namun karena gempa beruntun dengan magnitudo besar menyebabkan keruntuhan bangunan.

Baca Juga: Frank Hoogerbeets Viral Usai Prediksi Gempa Turki 3 Hari Sebelumnya, Ini Cuitannya!

“Sebagian besar tipikal bangunan di Turki dibangun bertingkat bukan satu lantai, sehingga lebih rentan runtuh dan menimbulkan banyak korban,” jelasnya.
Wilopo pun menghimbau kepada masyarakat untuk belajar dari gempa Turki dan Suriah agar selalu waspada.

Hal itu dapat dilakukan dengan membangun bangunan yang tahan terhadap gempa, salah satu contohnya adalah RISBA yang dikembangkan oleh teman-teman di Teknik Sipil dan Lingkungan UGM.

Masyarakat pun dihimbau untuk memiliki rencana evakuasi mandiri bila terjadi gempa dengan mengenali tempat-tempat berlindung atau jalur evakuasi untuk menuju tempat aman.

Baca Juga: 3 Jenis KUR BRI 2023 Dibuka Akhir Februari, Syarat Pinjaman hingga Rp100 Juta dan Hitungan Angsurannya

Namun hal yang lebih penting adalah melakukan pemetaan sesar-sesar aktif sebagai pemicu terjadinya gempa bumi juga perlu dilakukan lebih detail untuk menginventarisasi daerah berpotensi terjadi gempa bumi.

Pasalnya, dengan adanya informasi lengkap tentang potensi gempa maka pengembangan wilayah akan dapat rekomendasi kekuatan bangunan yang sesuai dengan ancaman gempanya.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Turki
# Lombok
# sesar
# gempa

News Update

Bekasi

TPST Bantargebang Mulai Pakai Geomembran, Targetkan Sistem Controlled Landfill Rampung 2029

Pemprov DKI pasang geomembran di TPST Bantargebang untuk transisi ke controlled landfill hingga 2029. Langkah ini tekan air lindi dan butuh pemilahan sampah organik dari rumah tangga.

Bisnis

BRI Peduli Gelar Pelatihan Ekspor, UMKM Mebel Sukoharjo Siap Rambah Pasar Dunia

CV Swakarya Jaya Furniture asal Sukoharjo sukses tembus pasar ekspor Spanyol dan AS! Simak kisah sukses pelatihan ekspor BRI Peduli di sini.

Gadget

Lini Samsung Galaxy Z Fold 8 Resmi Rilis di Indonesia, Perdana Bawa Baterai Silikon Karbon dan Chipset 2nm

Samsung merilis Z Flip 8 (Exynos 2600 2nm), Z Fold 8, dan Z Fold 8 Ultra di Unpacked Jakarta. David GadgetIn puji baterai silikon karbon 5.000 mAh di Fold 8 Ultra dan Snapdragon 8 Elite Gen 5.

Nasional

Dorong Service Excellence, Danantara Indonesia Tinjau Travoy Rest dan JMTC Jasa Marga

Danantara Indonesia tinjau Travoy Rest dan JMTC Jasa Marga! Cek inovasi rest area kekinian dan pantauan tol canggih berbasis AI di sini.

Gadget

Resmi Meluncur Mulai Rp4 Jutaan, Tecno Pova 8 5G Worth It Dibeli atau Mending Camon 50 Pro?

Tecno Pova 8 5G rilis mulai Rp4,1 jutaan (naik 66%). David GadgetIn soroti baterai raksasa 8.000 mAh, layar 144Hz, LED Alive Matrix, Dimensity 7100, serta kamera Sony Lythia 600 50 MP.

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.