AYOJAKARTA.COM - Frank Hoogerbeets, seorang peneliti asal Belanda yang bekerja pada Solar System Geometry Survey, memprediksi gempa mematikan akan terjadi di Turki sebelum 3 hari gempa itu terjadi.
Pada 3 Februari, Frank mengungkapkan bahwa sebuah gempa M 7,5 akan segera terjadi di wilayah (Turki Selatan-Tengah, Yordania, Suriah, Lebanon) melalui akun Twitter pribadinya.
"Cepat atau lambat akan ada ~M 7,5 #earthquake di wilayah ini (Turki Selatan-Tengah, Yordania, Suriah, Lebanon). #deprem" Ujar Frank Hoogerbeets di kutip dari AYOJAKARTA.COM pada akun tweet pribadi Frank Hoogerbeets pada (11/2/2023).
Menurut bio Twitter Frank, ia sangat menghormati planet, terutama Bumi.
Setelah terjadinya gempa 7,8 di wilayah yang ditentukan, Frank kembali meng-tweet soal gempa mematikan di Turki, mengatakan bahwa gempa tersebut mirip dengan gempa yang terjadi pada tahun 115 dan 526 karena gempa itu didahului oleh geometri planet yang kritis.
"Seperti yang saya nyatakan sebelumnya, cepat atau lambat ini akan terjadi di wilayah ini, mirip dengan tahun 115 dan 526. Gempa bumi ini selalu didahului oleh geometri planet yang kritis, seperti yang kita alami pada 4-5 Februari," Ujar Frank Hoogerbeets.
Frank Hoogerbeets memiliki pengalaman dan pengetahuan yang luas dalam melacak geometri planet dan memprediksi gempa.
Prediksinya ini menarik perhatian banyak orang dan menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana pengetahuan tentang geometri planet dapat membantu kita memprediksi dan mempersiapkan diri untuk gempa.
Namun, harus diingat bahwa prediksi Frank tidak selalu benar dan bahwa gempa dan bencana alam tidak dapat diprediksi dengan pasti. Oleh karena itu, penting untuk selalu bersiap dan mempersiapkan diri untuk situasi darurat dan bencana alam, terlepas dari prediksi apa pun.

Share this article
Nama Frank Hoogerbeets kini viral usai ia sempat menulis 3 hari sebelumnya bahwa akan terjadi gempa dahsyat di Turki