AYOJAKARTA.COM -- Dokter Tifa, pegiat media sosial, masih terus mengungkapkan pandangannya tentang Gempa Turki dan beberapa gempa yang terjadi di Indonesia belakangan ini.
Dokter bernama Tifauzia Tyassuma melalui akun Twitter @DokterTifa sejak dua hari belakangan ini memang mencuit pernyataan kontroversial terkait dengan Gempa Turki yang terjadi pada 6 Februari 2023.
Dalam kicauannya hari ini, Rabu 8 Februari 2023, @DokterTifa menyebut sudah diterima akal sehat kalau gempa yang terjadi sekadar fenomena alam tanpa campur tangan manusia.
“82 GEMPA BESAR dalam 24 jam di seluruh dunia trmsk Indonesia. Agak susah dimasukkan akal kalau ini sekedar lempeng2 menari-nari kesana kemari, tanpa campur tangan manusia. Utk orang cerdas dan mau berpikir,” begitu kata Dokter Tifa.
Baca Juga: Ustadz Felix Siauw Ungkap Ada Nabi Muhammad yang Tidak Dijawab Allah, Ternyata Tentang Ini Toh
Baca Juga: Vonis untuk Ferdy Sambo: Hukuman Mati, Seumur Hidup, Atau….
Di dalam kicauannya itu, @DokterTifa menyertakan link yang menyajikan tentang gempa yang terjadi dalam 24 jam di tautan ini: https://emsc-csem.org/#2w
Sebelum berkicau tentang 82 gempa besar di atas, Dokter Tifa menguitp ayat Al Quran yang menceritakan kerusakan di darat dan laut karena ulah tangan manusia serta mati syahid.
“QS 30:41: 'Telah nampak kerusakan di darat & di laut disebabkan krn perbuatan tangan manusia, spy Allah merasakan kpd mereka sebagian akibat perbuatan mrk, agar mrk kembali (ke jalan yang benar)'. Yg jahat di sana, yg jadi martir di sini. Yg jadi martir, insyaAllah syahid.” Begitu tulis Dokter Tifa.
Kemarin, Dokter Tifa juga melontarkan pendapat yang kontroversi bahwa Gempa Turki adalah bagian dari Perang Dunia III.
“Out-of-bounds thinking saya: Gempa Turkiye & Syria caused by technology & related to kejadian pembakaran Al Quran di Swedia,” begitu yang dikicaukan @DokterTifa pada Selasa pagi, 7 Februari 2023.
Kemudian, Dokter Tifa melemparkan spekulasi bahwa runtuhnya bangunan di Turki akibat gempa seperti tidak masuk akal. Runtuhnya gedung di negara itu mirip peristiwa 911 atau 11 September 2001 ketika menara kembar World Trade Center diterjang bom.
Bahkan, Dokter Tifa berspekulasi bahwa gempa yang terjadi di Turki merupakan bagian dari Perang Dunia III.
“Tdk masuk akal gempa skala 7,7 ttp gedung2 mendadak roboh dlm hitungan menit. It was similar to 911. It might be part of World War III.” Begitu kicauan Dokter Tifa.
Dokter Tifa memang kerap memunculkan kontroversi lewat pandangan-pandangannya. Beberapa kali kicauannya—termasuk tentang Presiden Joko Widodo (Jokowi)—menimbulkan polemik di media sosial.
Dia menulis di bio Twitter-nya sebagai “Medical Doctor, Nutritional Neuroscientist, Molecular Epidemiologist, Author of several books, also PhD Candidate in Philosophy & Social Political Science”.
Dr Tifa juga mengomentari kicauan dari Stew Peters, @realstewpeters, yang memandang apa yang terjadi Suriah (dan Turki) bukanlah gempa bumi tetapi akibat senjata.
“Syria - hat wasn’t an earthquake. It was a weapon.” Demikian tulis akun Twitter @realstewpeters yang memiliki 166,2 ribu follower.
Dalam tanggapannya, Dr Tifa menegaskan dia sependapat dengan apa yang disampaikan Stew Peters.
“Sepemikiran. It could be. HAARP ? CERN ? Geoengineering ?” tulis @DokterTifa.
Akibat kicauannya itu, Dokter Tifa sempat menjadi trending topic di Twitter Indonesia.
Kemudian pada Selasa sore dia kembali melemparkan cuitan, membalas komentar yang bersliweran di lini masa Twitter.
“Kemenkes bertugas mengatakan bhw Pandemi yg tiba2 terjadi disebabkan Virus alami. Maka BMKG pun bertugas mengatakan bhw Gempa yg tiba2 terjadi 11.700 kali setahun adalah Gempa alami. Dan rakyat yang tdk banyak membaca & berpikir akan mengangguk2 dengan penuh kepatuhan.”
Baca Juga: Sebut Gempa Turki sebagai Bagian Perang Dunia III, Dokter Tifa Tak Peduli Disebut Dokter Gila!
Tidak sampai di situ. Dokter Tifa kembali menyebut gempa yang terjadi ribuan kali di seluruh dunia sebagai anomali.
“ Maka saya, Dokter Tifa. Mengatakan bahwa Pandemi ini terjadi disebabkan Virus sintesis Bioengineering. Dan Gempa anomali yg terjadi ribuan kali di slrh dunia disebabkan oleh Teknologi Geoengineering. Biarlah kalian yg bodoh trs menyebut saya ODGJ, Dokter gila dsb.”
Gempa yang mengguncang Turki dan Suriah memang memunculkan perbincangan ramai di media sosial.
Pasalnya, sebelum terjadi terjadi gempa yang juga dirasakan sampai Lebanon dan Siprus, sudah ada prediksi bakal terjadi bencana tersebut yang viral di media sosial.
Adalah peneliti Solar System Geometry Survey (SSGEOS) berbasis di Belanja, Frank Hoogerbeets lewat akun twitter @hogrbe yang memberikan prediksi bakal terjadinya gempa besar di Turki yang berbatasan dengan Suriah.
“Cepat atau lambat aka nada – M 7,5 #gempa bumi di wilayah ini (Turki Selatan-Tengah, Yordania, Suriah, Lebanon).# deprem,” tulis Hoogerbeets dalam statusnya yang ditulis pada Jumat 3 Februari 2023.
Prediksi yang dibuat oleh Frank menjadi viral, karena lokasi gempa sesuai dengan analisisnya. Puluhan ribu akun menanggapi dan memberikan komentar pada ketepatan analisisnya.***

Share this article
Dokter Tifa kembali bikin heboh dengan menyebut Gempa Turki dan yang terjadi di Indonesia ada campur tangan manusia.