AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo telah melaksanakan sidang lanjutan atas kasus pembunuhan Brigadir Yosua Hutabarat (J) pada Selasa, 24 Januari 2023.
Sidang lanjutan tersebut berisi pembacaan nota pembelaan (pledoi) yang disampaikan oleh terdakwa Ferdy Sambo.
Dalam nota pembelaannya, penasihat hukum dari Ferdy Sambo mengatakan jika Richard Eliezer menggunakan senjata Glock untuk menembak Brigadir J.
"Richard Eliezer melakukan tembakan berkali-kali dan mengenai dada dan beberapa bagian tubuh lainnya sehingga menyebabkan Yosua terjatuh." katanya.
Penasihat Hukum dari Ferdy Sambo juga mengungkapkan jika Richard Eliezer yang menembak bagian kepala Yosua Hutabarat.
Selain itu, di dalam nota pembelaan Ferdy Sambo, penasihat hukumnya mengatakan jika penembakan berkali-kali yang dilakukan oleh Richard Eliezer membuktikan jika dia mempunyai niat untuk membunuh Yosua Hutabarat.
Dilansir AyoJakarta.com dari YouTube KOMPASTV (25/1/2023), Ronny Talapessy membantah pernyataan dari Penasihat hukum Ferdy Sambo tersebut.
Baca Juga: TERPOPULER: Mahfud MD Harap Ada Angin Segar untuk Bharada Richard Eliezer Bebas dari Hukuman
Menurut Ronny, keterangan dari Eliezer tidak berdiri sendiri.
"Keterangannya bersesuaian dengan keterangan dari saksi lainnya maupun dari ahli." Ungkapnya.
Ronny menjelaskan terdapat hal menarik dari pledoi yang disampaikan oleh penasihat hukum Ferdy sambo terkait 8 selongsong peluru dari Richard Eliezer.
"Jika Glock 17 diisi dengan 17 peluru dan sisanya 12 maka Eliezer mengeluarkan tembakan 5 dan pada fakta persidangan disebutkan jika peluru Eliezer sisa 12." kata Ronny.
"Tidak nyambung jika mereka menyebutkan sisa 8 selongsong." Tambahnya.
Terkait tembakan berkali-kali yang dilakukan oleh Richar Eliezer kepada Brigadir J, Ronny Talapessy tidak membantah hal tersebut.
"Kami tidak membantah keterangan jika Eliezer menembak berkali-kali tapi yang di kepala bukan dia." ujarnya.
Hanya saja, Ronny menekankan jika yang menembak kepala Yosua Hutabarat adalah Ferdy Sambo.
"Di persidangan kita sudah menanyakan kepada ahli balistik, jika peluru yang di badan identik dengan senjata Glock milik Eliezer, tetapi yang di kepala tidak." jelas Ronny.
"Kami menduga senjata milik Ferdy Sambo dihilangkan atau disembunyikan karena senjata Glock yang diserahkan tidak identik dengan yang ada di kepala." pungkasnya.
Ronny Talapessy juga menegaskan jika pernyataan dari penasihat hukum Ferdy Sambo akan dibantah ketika sidang pledoi Richard Eliezer.***

Share this article
Ronny menjelaskan terdapat hal menarik dari pledoi yang disampaikan oleh penasihat hukum Ferdy sambo terkait 8 selongsong peluru Eliezer.