AYOJAKARTA.COM - Ferdy Sambo dan kasus pembunuhan berencana pada Yosua masih jadi sorotan.
Terlebih setelah Ferdy Sambo mendapatkan tuntutan dari JPU PN Jaksel usai sidang pembunuhan berencana Yosua.
JPU PN Jaksel memberikan tuntutan pada Ferdy Sambo yang melakukan pembunuhan berencana pada Yosua berupa hukuman penjara seumur hidup.
Namun tuntutan yang diberikan pada Ferdy Sambo dinilai mencurigakan hingga muncul isu gerakan bawah tanah.
Hal ini juga dikomentari Benny Mamoto sebagai Ketua Harian Kompolnas terkait gerakan bawah tanah.
Ia mengaku tak kaget dengan tuntutan JPU PN Jaksel pada Ferdy Sambo.
Baca Juga: Sudah Cinta Mati! Syarifah Ima Syahab Rela Ditembak Ferdy Sambo: Tembak Adek Aja Abang
Bahkan iya meyakini jika Ferdy Sambo memiliki usaha untuk lolos dari hukuman yang akan dijatuhkan padanya.
Benny juga mengungkapkan harapan agar tidak ada yang kecolongan dengan kasus pembunuhan berencana Yosua ini.
"Agar kita jangan kecolongan, itu satu," ucapnya dikutip AyoJakarta.com dari YouTube MetroTV.
"Kemudian saya yakin tidak akan berhenti sampai upaya ini," tambahnya.
Disebutkan jika Ferdy Sambo pasti akan berusaha agar hukumannya bisa ringan.
"Berusaha agar sampai putusannya ringan, kalau boleh sampai dengan lolos," tuturnya.
Baca Juga: 8 Nasehat Mbah Moen Menggetarkan Hati, Salah Satunya Jadi Orang Pintar yang Senantiasa Berbuat Benar
Diingatkan agar itulah hal yang harus semua pihak waspadai.
"Dan yang disampaikan Menkopolhukam adalah warning untuk kita semua," tandasnya.
Minggu ini agenda sidang adalah pledoi dari kelima terdakwa usai mendapatkan tuntutan dari JPU PN Jaksel.***

Share this article
Benny Mamoto sebagai ketua harian Kompolnas ungkap adanya upaya Ferdy Sambo bebas dari hukuman, minta pihak yang terkait waspada.