AYOJAKARTA.COM--Ferdy Sambo terdakwa kasus pembunuhan berencana Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J seringkali membawa buku hitam. Adapun misteri buku hitam Ferdy Sambo kini terkuak.
Mantan Kadiv Propam Polri Ferdy Sambo juga sempat membacakan isi buku hitam miliknya saat menjadi saksi di sidang obstruction of justice atau perintangan penyidikan perkara pembunuhan Brigadir J untuk terdakwa Hendra Kurniawan, pada Kamis 6 Januari 2023.
Dalam sidang yang telah bergulir selama 2 bulan terakhir ini masih coba diungkap sejumlah fakta di balik pembunuhan Brigadir J dan juga motif.
Dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube Kompas Tv kini misteri buku hitam Ferdy Sambo terkuak, saat ditanyai begini soal Hendra Kurniawan.
Ferdy Sambo diketahui sering membawa buku hitam saat persidangan kasus pembunuhan Brigadir J.
Baca Juga: Waspada! Hasil Penelitian BMKG: Cianjur Dikepung 7 Sesar Aktif Yang Teridentifikasi, Apa Saja?
Namun isi buku hitam tersebut baru diketahui saat Sambo menjadi saksi di sidang Obstruction Of Justice dengan terdakwa Hendra Kurniawan, Agus Nurpatria dan Arif Rachman.
Momen Ferdy Sambo membuka buku hitam itu terekam kamera dan ditayangkan di televisi.
Ini terjadi saat kuasa hukum Hendra Kurniawan menanyakan terkait integritas Hendra Kurniawan selama bekerja menjadi Karo Paminal Pori dan tidak diberitahu mengenai skenario licik Sambo tersebut sehingga Hendra Kurniawan ikut terseret ke meja atas perintangan penyidikan.
“Tadi saksi mengatakan jika Hendra memiliki integritas yang tinggi yang mungkin akan membocorkan skenario jika saya beritahu".
"Bisa saksi jelaskan integritas tinggi yang dimilik Hendra ini apa? Tadi saksi hanya menjelaskan saudara Hendra ini sudah di Propam selama 15 tahun, lalu apa yang saudara saksi maksud dengan ini,” ujar kuasa hukum Hendra, Sangun Ragahdo.
Sebelumnya, pengacara Ferdy Sambo, Rasamala Aritonang mengatakan isi buku hitam Sambo itu merupakan catatan pribadi terkait kegiatan atau aktivitas sejak menjadi Kasubdit 3 Direktorat Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri, hingga Kepala Divisi Propam Polri.
Menurut dia, Sambo rajin mencatat setiap aktivitas atau kegiatannya semenjak jadi anggota Polri.
"Saya beberapa kali ketemu beliau, buku hitam itu selalu dibawa. Pak Sambo punya pengalaman cukup panjang. Beliau pernah menjadi Kasubdit 3 Dittipidum Bareskrim, Dirtipidum Bareskrim sampai Kadiv Propam,” kata Rasamala saat dihubungi pada Kamis, 20 Oktober 2022.
Namun, Rasamala mengaku tidak melihat secara spesifik isi buku hitam Sambo sehingga tak bisa membuat asumsi.
Baca Juga: Rasa Takut ke Sambo Jadi Alasan Bharada E Siap Tembak Brigadir J: Di Pikiran Saya, Aduh...
Hanya saja, kata dia, kalau ada informasi penting di dalam buku hitam itu dan bisa berguna untuk memperbaiki situasi dan keadaan dalam Polri, maka hal itu bisa saja disampaikannya.
"Saya pikir beliau terlepas dari persoalan pidana yang dihadapi, beliau ada kecintaan terhadap institusinya di kepolisian. Saya pikir itu disampaikan beberapa kali oleh beliau,” jelas dia.
Oleh karena itu, Rasamala mengatakan Sambo dari awal menyampaikan akan kooperatif.
Baca Juga: Susno Duadji Sebut Perkara Pembunuhan Brigadir Yosua jadi Melebar, Dilihat dari Beberapa Hal Ini!
Termasuk kalau ada kebutuhan yang harus disampaikannya terkait kebaikan Polri ke depan.
Dia sepakat bahwa ini momentum penting melakukan perbaikan dan reformasi Polri maupun criminal justice system.***

Share this article
Terungkap misteri buku hitam Ferdy Sambo yanag setia dibawanya ke mana-mana bahkan dalam persidangan, begini alasannya