AYOJAKARTA.COM – Seperti yang diketahui, bencana alam kembali terjadi di Indonesia.
Bencana tersebut adalah gempa bumi yang terjadi di wilayah Cianjur, Jawa Barat pada pekan lalu tepatnya Senin (21/11/22).
Bahkan gempa bumi yang berkekuatan 5,6 magnitudo tersebut juga menyebabkan tanah longsor hingga menimbulkan kerusakan yang sangat parah dan juga ratusan korban jiwa meninggal dunia.
Baca Juga: Saksi Kompak Sudutkan Ferdy Sambo, Benarkah Kebenaran akan Terungkap? Simak Ulasanya Berikut ini
Lokasi Indonesia sendiri memang dilewati oleh jalur pertemuan antara 3 lempeng tektonik yakni Lempeng Indo-Australia, lempeng Eurasia dan lempeng Pasifik.
Hal itulah yang menyebabkan negara Indonesia sangat berpotensi terjadi bencana alam khususnya bencana gempa bumi.
Maka dari itu, mitigasi atau early warning sangat diperlukan guna meminimalisir korban jika bencana alam misalnya gempa terjadi.
Sedangkan di Indonesia sendiri mitigasi terhadap bencana gempa masih dirasa sangat kurang.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Tv One News pada (27/11/22), hal tersebut juga diungkapkan oleh pengamat kebijakan publik yakni Trubus Rahardiansyah.
Trubus Rahardiansyah menuturkan begitu pentingnya masyarakat untuk diedukasi perihal mitigasi terhadap bencana alam tersebut agar tidak lagi terulang penanganan yang kurang cepat pada bencana berikutnya yang bisa terjadi kapan saja.
“Iya memang selama ini publik melihat bahwa pemerintah itu seperti tidak mau belajar dari pengalaman sebelumnya, misalnya ini gempa lokal yang di Cianjur, sebelumnya 2016 di Jogja kan kenapa seperti itu berulang-ulang tidak ada upaya yang sungguh-sungguh agar memitigasi secara baik kan intinya itu,” ujar Trubus Rahardiansyah.
Selain itu Trubus Rahardiansyah menuturkan ada 3 hal yang bisa dilakukan terkait dengan mitigasi bencana alam.
Baca Juga: Satu Keluarga Di Magelang Ditemukan Tewas, Diduga Diracun Melalui Minuman
1. Edukasi kontruksi rumah
“Pertama yang harus dilakukan bagaimana membuat kontruksi rumah yang tahan gempa misalnya, kan itu harusnya di daerah paling tidak harus sudah dibuat kan ya dengan segala pedomannya,” jelas Trubus Rahardiansyah.
2. Edukasi tata ruang
“Kedua juga bagaimana kemudian dengan tata ruang,” ujar Trubus Rahardiansyah .
Trubus Rahardiansyah menegaskan meskinya ada himbauan bagi masyarakat untuk tidak membangun tempat tinggal di daerah rawan bencana.
“Harusnya kan ada larangan untuk warga misalnya membangun rumah di daerah yang longsor di daerah yang mudah terjadi bencana kan itu harusnya ada,” jelas Trubus Rahardiansyah.
3. Edukasi bencana
“Ketiga kan tentu ada yang namanya pendidikan masyarakat, sosialisasi, edukasi masyarakat itu kan penting itu,” kata Trubus Rahardiansyah.
Lebih lanjut Trubus menuturkan, “Bagaimana kalau terjadi gempa, nah selama ini tuh minim sekali yang ada adalah ketika ada masalah, kan seharusnya ada tiga hal tuh pra (sebelum terjadi), pada saat terjadi dan paska (sesudah terjadi) itu kan masyarakat itu harusnya diberikan Pendidikan. ***

Share this article
3 Mitigasi ini bisa filakukan agar Indonesia siap hadapi bencana alam susulan, pengamat kebijakan publik beri penjelasan apa saja