AYOJAKARTA.COM - Kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan Ferdy Sambo hingga kini masih terus bergulir.
Banyak isu yang semakain berkembang ditengah kasus pembunuhan Brigadir J.
Salah satunya yaitu mencuat tentang 'Kaka Asuh' yang disampaikan oleh Porfesor Muradi.
Baca Juga: Bukan Cuma Sekali! 2 Profil Korban yang Dituduh Atas Dugaan Sosok Asli Hacker Bjorka
Seperti dilansir AyoJakarta.com dari Teras Gorontalo dengan judul "Ditengah Kasus Brigadir J Mencuat ‘Kaka Asuh', Bjorka Bongkar Hubungan Spesial Ferdy Sambo dan Tito Karnavian?".
Istilah 'Kaka Asuh' ini bahkan mewarnai kasus pembunuhan Brigadir J yang dilakukan oleh Ferdy Sambo.
Menariknya lagi, hacker misterius Bjorka bongkar hubungan Ferdy Sambo dan Tito Karnavian?
Baca Juga: Profil 2 Korban Salah Tangkap yang Dikira Hacker Bjorka, Siapakah Mereka?
Kini, kasus Brigadir J, terus didalami oleh tim khusus bentukan Kapolri.
Masih banyak misteri dalam peristiwa pembunuhan Brigadir J. Yang didalangi oleh Ferdy Sambo Cs.
Menyadur dari kanal YouTube Anjas Asmara di Thailand membacakan sebuah artikel terpercaya.
Baca Juga: Salah Tangkap! Hacker Bjorka Kecam Penangkapan MAH di Madiun: For Dark Tracer Guy
Irjen Ferdy Sambo orang terpercaya Tito Karnavian moncer di era Kapolri Idham Azis.
Anjas mengatakan bahwa Bjorka menyebutkan dalam tweet nya Ferdy Sambo memiliki hubungan spesial dengan Tito Karnavian.
Diketahui dalam tweet nya Bjorka itu dituliskan dalam bahasa Inggris.
Baca Juga: Diduga Dalang Dibalik Hacker Bjorka, Ini Sosok ‘White Hat Hacker’ Jim Geovedi: I’m Proudly
“How r u sir @titokarnavian? many people ask me about the Sambo case. But Sambo is your guy, i hope you have enough time to answer questions from Indonesian citizens," tulis Bjorka yang dibacakan Anjas dalam channel YouTubenya Jumat 16 September 2022.
Sementara itu dilansir dari PMJ News Pemerintah bersama Polri, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Badan Intelijen Negara (BIN) yang tergabung dalam tim khusus melakukan rapat bersama terkait kehadiran sosok peretas yang menamai dirinya Bjorka.
Dalam rapat yang digelar di Kemenko Polhukam, turut hadir di lokasi Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, Kepala Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) Hinsa Siburian didampingi Deputi Bidang Operasi Keamanan Siber dan Sandi BSSN Dominggus Pakel Serta hadir Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Jenderal Polisi (Purn) Budi Gunawan.
Baca Juga: Hacker Bjorka Bongkar Kasus Ferdy Sambo, Sebut Jenderal X Ini Tahu yang Sebenarnya!
“Tadi kami rapat bersama Bapak Kepala BIN yang menggambarkan situasi seluruhnya. Di sebelah kanan saya Menkominfo, ini pembuta pengatur kebijakan yang mengawal keamanan cyber."
“Dan juga BSSN yang secara khusus di situ mengamankan cyber dan sandi negara," bebernya.
“Lalu juga Bapak Kapolri yang juga punya tim pengamanan cyber dan penindakan,” sambung Menkopolhukam Mahfud MD kepada wartawan, Rabu 14 September 2022.
Baca Juga: Mengenal Jim Geovedi, Sosok ‘White Hacker’ Disebut Saingan Bjorka
Mahfud mengatakan, pemerintah melalui tim khusus bentukan Presiden Joko Widodo menindaklanjuti dengan serius masalah terkait Bjorka.
“Kita akan serius menangani dan sudah mulai menangani masalah ini."
“Kita terus menyelidiki karena gambaran-gambaran pelaku sudah teridentifikasi dengan baik oleh BIN dan Polri," sebut Mahfud Md dalam konferensi pers di Kemenkopolhukam, Jakarta.
Baca Juga: Keahlian-Profil Gildas Deograt Lumy 'White Hacker' yang Bongkar Kasus Bjorka
Terkait identitas hacker Bjorka hingga saat ini belum bisa diumumkan ke publik.
"Memang belum bisa diumumkan gambaran-gambaran siapa dan di mana."
“Kita sudah punya alat melacak itu semua," lanjut Mahfud.
Baca Juga: Siapa White Hacker yang Dianggap Saingan Hacker Bjorka? Berikut Profil Lengkap Jim Geovedi
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah membentuk tim khusus terkait sejumlah serangan siber oleh hacker Bjorka.
Tim khusus tersebut dibentuk setelah pemerintah menggelar rapat di Istana Kepresidenan.
Tim khusus terdiri dari Badan Siber dan Sandi Nasional (BSSN), Kominfo, Polri, dan Badan Intelijen Negara (BIN).
Baca Juga: White Hacker Saingan Hacker Bjorka, Siapa Sebenarnya Jim Geovedi?
Terpisah dilansir dari Portal Jember Profesor Muradi merupakan Guru Besar Ilmu Politik & Keamanan dan Direktur Program Pasca Sarjana Ilmu Politik (Magister & Doktoral) di Universitas Padjajaran (UNPAD).
Profesor Muradi berpendapat bahwa apabila berbicara terkait kerajaan Ferdy Sambo, maka polisi harus berperilaku adil.
"Kalau saya beranggapan bahwa untuk kasus Brigadir J cukup sampai di situ," ungkapnya.
Baca Juga: Hacker Bjorka Retas Data Instansi Pemerintah, Fadli Zon: Lembaga Terkait Harus Introspeksi!
“Tapi kalau kemudian kita bicara soal kerajaan atau lain sebagainya kita harus adil," sambungnya.
"Adil itu gini lho Mbak, ya dibuka juga di atas Sambo itu ada, dan kemudian itu menikmati betul apa yang dilakukan oleh Sambo. Kalau betul itu terjadi ya," tambahnya lagi.
Profesor Muradi menyebutkan istilah baru dalam kasus kerajaan Ferdy Sambo yang disebut dengan istilah kakak asuh.
Baca Juga: Jika Ingin Mengungkap Identitas Bjorka, Kenapa Pemerintah Tidak Menggunakan Jasa Jim Geovadi?
Bahkan Profesor Muradi juga menyebutkan bahwa pihak Polri dan timsus ini mengetahui siapa saja orang yang terlibat dalam istilah kakak asuh tersebut.
"Saya menyebutnya lebih elegan dengan nama kakak asuh ya."
“Karena kakak asuh itu ada beberapa nama, ada yang sudah pensiun, dan sekarang ada beberapa yang masih aktif yang memegang posisi strategis." tuturnya.
“Saya kira pimpinan Polri dan timsus itu sudah tahu siapa orang-orangnya," paparnya.***

Share this article
Setelah mencuat istilah 'kaka asuh', kini hubungan spesial Ferdy Sambo dan Tito Karnavian diungkap oleh Bjorka.