Masyarakat Makin Tercekik! Isu Kenaikan PPN 12 Persen Tahun 2025, Bikin Kemiskinan Bertambah?

Gerakan tolak PPN 12 persen di platform media sosial X
Gerakan tolak PPN 12 persen di platform media sosial X

 

AYOJAKARTA.COM - Dampak kenaikan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN menjadi 12 persen, dikhawatirkan berdampak pada beragam sektor.

Selain berpengaruh terhadap daya beli dan inflasi, dampak kenaikan Pajak Pertambahan Nilai atau PPN menjadi sebesar 12 persen juga mempengaruhi pertumbuhan UMKM.

Selain itu, kenaikan PPN 12 persen juga dikhawatirkan akan menambah jumlah angka kemiskinan di Indonesia.

Baca Juga: Cek Ketentuan Seleksi Kompetensi PPPK Tahap 1 Tahun 2024, Ini Aturan Teknis, Manajerial hingga Wawancara

Pernyataan terkait dampak kenaikan PPN 12 persen tersebut merupakan pandangan Ekonom Universitas Indonesia, Fithra Faisal.

Mengacu pada kebijakan menaikan persentase PPN sebelumnya, Fithra menilai jumlah tersebut dapat membawa berbagai dampak masyarakat termasuk di kelas menengah.

“Ketika PPN dinaikan, ada kecenderungan konsumsi itu bisa turun anjlok antara 0,2 sampai 0,3 persen dan itu paling konservatif,” jelas Fithra.

Dengan melihat persentase tersebut, Fithra menilai sepanjang tahun 2019 sampai dengan 2024 jumlah kelas menengah yang terdampak telah mencapai 9,5 juta.

Adapun besaran persentase terbesar yang paling dominan menjadi porsi pengeluaran kelas menengah terdapat pada sektor makanan, sebesar 41,67 persen.

Baca Juga: Siap-siap! KJP Plus Tahap 2 November Tahun 2024 Cair, Berikut List 20 Barang yang Bisa Dibeli Peserta Didik

Selain pemenuhan kebutuhan makanan, pengeluaran terbesar masyarakat kelas menengah juga terjadi pada sektor perumahan yang mencapai 28 persen.

Jumlah PPN 12 terbesar yang menjadi kekhawatiran di kelas menengah, menurut Fithra terdapat pada sektor makanan.

“Dari sisi ini kita melihat bahwa bebannya itu cukup signifikan ke masyarakat kelas menengah,” imbuh Fithra.

Bukan saja berdampak pada masyarakat kelas menengah, kenaikan PPN 12 persen juga sangat rentan dialami oleh masyarakat kelas bawah.

Berdasarkan riset yang dilakukan oleh LPM UI, masyarakat kelas bawah menjadi pihak yang sangat terdampak akibat kenaikan PPN.

Karena itu, Fithra berharap agar kebijakan untuk menaikan PPN perlu dikaji ulang dan tidak benar-benar dijadikan sebagai sebuah keputusan.

Baca Juga: WASPADA! Ratusan Calon Guru PPPK 2024 Telah Dinyatakan Gagal, Inilah Penyebabnya!

Selain karena berdampak di setiap lini tingkatan ekonomi, kenaikan PPN juga membawa dampak lain atau efek domino.

“Sehingga saya rasa dalam hitungan manapun ini tidak atau belum layak untuk dinaikan, kecuali kalau masyarakat kelas menengah kita sudah naik kelas,” jelas Fithra.

Upaya pemerintah untuk menaikan penerimaan pendapatan negara melalui sektor pajak dengan menaikan PPN, menurut Fithra bukan merupakan satu-satunya cara.

Dampak lain dari kenaikan PPN dari 10 menjadi 12 persen, selain mengancam pertumbuhan ekonomi juga berpengaruh pada perubahan sosial hingga stabilitas politik.

“Menurut saya, ini hal yang sebaiknya tidak dinaikan,” pungkas Fithra. ***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# ppn 12 persen
# kelas menengah
# UMKM
# kemiskinan

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.