AYOJAKARTA.COM - Kementerian ESDM akhirnya buka suara soal hebohnya bahan bakar nabati BOBIBOS yang dirili pada 2 November 2025.
BOBIBOS ini merupakan bahan bakar yang bahan bakunya berasal dari tanaman dan buatan asli anak muda Indonesia.
Meski tidak spesifik menyebut nama bahan bakar, Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi Kementerian ESDM Laode Sulaeman menyampaikan apresiasi atas inovasi anak muda Indoonesia tersebut.
Ia mengatakan untuk menguji BBM dan menjadi bahan bakar membutuhkan waktu delapan bulan untuk diputuskan apakah layak atau tidak.
Baca Juga: PNM dan SMF Hidupkan Ruang Pintar, Edukasi Inklusif untuk Keluarga Prasejahtera
Laode juga menanggapi terkait BOBIBOS yang sudah mendapat sertifikasi lemigas.
Ia menyebut bahwa BBM itu masih mengajukan usulan uji laboratorium.
Sehingga perlu diluruskan jika bahan bakar nabati pertama di Indonesia ini belum disertifikasi.
Namun, Kementerian ESDM belum bisa menyampaikan seperti apa hasil dari uji lab terkait BOBIBOS.
Hasil uji BOBIBOS saat ini masih berstatus secret agreement.
Kendati demikian, Laode mengaku pihaknya akan memberi fasilitas bagi mereka yang berinovasi membuat produk BBM baru.
BOBIBOS Sebut Sudah Koordinasi dengan Pemerintah
BOBIBOS mengklaim pihaknya saat ini telah berkoordinasi dengan pemerintah.
Hal ini dilakukan guna mendapat arahan dan memastikan semua proses nantinya sesuai dengan regulasi.
Sebab, BOBIBOS sendiri berkomitmen untuk memberikan bahan bakar terbaik bagi masyarakat.
Baca Juga: Imbas Ledakan di SMAN 72 Jakarta, Pemprov DKI Terapkan Pembelajaran Daring Mulai Hari Ini
Hadirnya BOBIBOS diharapkan bisa menjadi solusi energi nasional yang lebih murah, dan tetap menjaga kelestarian lingkungan demi masa depan Indonesia yang lebih baik.
Diketahui, bahan bakar ini terbuat dari tanaman yang memiliki Research Octane Number (RON) 98.
Bahkan, tanaman yang dijadikan bahan baku sangat mudah ditemukan dan tumbuh di lahan persawahan.
BOBIBOS sendiri merupakan singkatan dari Bahan Bakar Original Buatan Indonesia, Bos.
Terdapat dua jenis bahan bakar yakni bensin dan solar yang bisa digunakan di motor, mobil, traktor, kapal nelayan, dan mesin industri rakyat.
Terdapat beberapa keunggulan dari BOBIBOS ini yakni serap tenaga kerja dalam negeri, 100% bahan baku lokal, urangi impor energi & teknologi, energi bersih → emisi lebih rendah, dan bisa dipakai kendaraan, mesin, dan industri rakyat.***

Share this article
Kementerian ESDM buka suara soal munculnya bahan bakar nabati pertama di Indonesia, BOBIBOS, begini katanya.