AYOJAKARTA.COM - Tuai polemik di masyarakat, Mantan Presiden RI Soeharto resmi mendapatkan gelar pahlawan nasional.
Presiden Prabowo Subianto memberikan gelar Soeharto bersama 9 orang daftar nama lainnya termasuk aktivis Marsinah di Hari Pahlawan 10 November hari ini di Istana Kepresidenan.
Soeharto menjadi pahlawan yang berasal dari Provinsi Jawa Tengah.
Baca Juga: Waduh! Samsung Galaxy Z Fold 8 Bisa Kalah Saing dengan Kompetitor Jika Sampai 2 Fitur Ini Tidak Ada
Pemberian gelar pahlawan kepada Soeharto ini sesuai dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres) Nomor 116/TK/Tahun 2025 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional.
Sebagai informasi, nama Soeharto untuk mendapatkan gelar pahlawan bukan pertama kali diajukan.
Pertama ketika era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di tahun 2010, lalu ketika era Presiden Joko Widodo.
Setelah 2 kali diajukan dan tidak mendapatkan gelar pahlawan akhirnya di era Prabowo Subianto, Soeharto mendapatkan gelar pahlawan nasional.
Nama Soeharto berhasil mengalahkan 49 nama yang diusulkan sebelum akhirnya ditetapkan oleh presiden.
Soeharto dinilai layak mendapatkan gelar pahlawan karena jasanya kala menjadi presiden RI saat itu, yang memang seharusnya dilakukan seorang pemimpin.
Dikenal sebagai Bapak Pembangunan, di era kepemimpinannya berbagai program diciptakan untuk stabilitas politik dan ekonomi pasca krisis 1965.
Namun, catatan hitam kepemimpinannya selama 32 tahun tak luput menjadi sorotan sebelum akhirnya ada reformasi.
Berikut daftar 10 nama yang diberikan gelar pahlawan pada hari ini:
- Abdurrahman Wahid (Gus Dur)
• Asal: Jombang, Jawa Timur
• Bidang: Politik, keagamaan, dan pendidikan Islam
• Presiden ke-4 RI, tokoh pluralisme, dan Ketua Umum PBNU.
- H. M. Soeharto (Jenderal Besar TNI (Purn))
• Asal: Kemusuk, Argomulyo, Sleman, Yogyakarta
• Bidang: Perjuangan bersenjata dan politik
• Presiden ke-2 RI, berperan dalam perjuangan kemerdekaan dan stabilitas nasional.
- Marsinah
• Asal: Nganjuk, Jawa Timur
• Bidang: Sosial, kemanusiaan, dan perjuangan buruh
• Aktivis buruh perempuan yang gugur memperjuangkan hak pekerja.
- Prof. Mochtar Kusumaatmadja
• Asal: Bandung, Jawa Barat
• Bidang: Hukum dan diplomasi internasional
• Tokoh hukum laut internasional, mantan Menteri Luar Negeri RI.
- Hj. Rahmah El Yunusiyyah
• Asal: Padang Panjang, Sumatera Barat
• Bidang: Pendidikan Islam dan pemberdayaan perempuan
• Pendiri Perguruan Diniyyah Puteri, pelopor pendidikan perempuan.
- Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo
• Asal: Purworejo, Jawa Tengah
• Bidang: Militer dan keamanan
• Tokoh militer yang berperan dalam operasi pembebasan Irian Barat dan penumpasan G30S/PKI.
- Sultan Muhammad Salahuddin
• Asal: Bima, Nusa Tenggara Barat
• Bidang: Pendidikan dan diplomasi
• Sultan Bima terakhir, tokoh pergerakan dan pembaharu pendidikan Islam di NTB.
- Syaikhona Muhammad Kholil
• Asal: Bangkalan, Madura, Jawa Timur
• Bidang: Pendidikan dan keagamaan
• Guru para ulama besar, termasuk KH. Hasyim Asy’ari pendiri NU.
- Tuan Rondahaim Saragih
• Asal: Simalungun, Sumatera Utara
• Bidang: Perjuangan bersenjata melawan penjajahan Belanda
• Tokoh pejuang Batak Simalungun yang menentang kolonialisme.
- Sultan Zainal Abidin Syah
• Asal: Tidore, Maluku Utara
• Bidang: Politik dan diplomasi
• Sultan Tidore terakhir, memperjuangkan integrasi Maluku ke NKRI.***
Share this article
Tuai polemik di masyarakat, Mantan Presiden RI Soeharto resmi mendapatkan gelar pahlawan nasional.