AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan akan menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek strategis nasional (PSN) Giant Sea Wall pada September 2026.
Lebih lanjut, Pramono Anung menyebutkan Pemprov DKI Jakarta siap untuk mengerjakan proyek rasasa tanggul laut ini.
Pembangunan Giant Sea Wall diketahui sebagai upaya untuk mengatasi ancaman banjir rob yang selalu terjadi di pesisir Jakarta Utara.
Baca Juga: Sempat 'Menghilang', BOBIBOS Muncul Pamer Proses Awal Pembuatan Biogasoline dan Biosolar dari Jerami
Namun, ada yang berbeda dari beban kerja yang diberikan dari pemerintahan pusat.
Sebelumnya Pemprov DKI Jakarta bertanggung jawab atas tanggul dengan panjang 12 kilometer saja, namun kini ditambahkan 7 kilometer menjadi 19 kilometer.
Walaupun begitu, beban ini tidak akan mempengaruhi kenerja bahkan anggaran yang sudah siap dijalankan.
"Dulu Jakarta ini kebagian 12 km, tetapi kemarin ditambahkan menjadi 12 tambah 7 menjadi 19. Rencananya groundbreaking-nya itu mulai bukan September tahun ini," pungkas Pramono dalam keterangan resmi yang dikutip ayojakarta.com pada Rabu, 21 Januari 2026.
Baca Juga: Pramono Anung Putuskan Kebijakan WFH hingga PJJ Jika Banjir Terjadi di Hari Biasa!
Sebagai informasi Giant Sea Wall merupakan tanggu laut raksasa di pesisir utara Pulau Jawa yang membentang dari Banten hingga Gresik (Jawa Timur).
Tanggul ini hadir untuk melindungi puluhan juta pendidiuk di pesisir utara Jawa dari banjir rob.
Pemerintah telah memasukkan Giant Seal Wall sebagai PSN dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJMN) 2025-2029.***

Share this article
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menyebutkan akan menargetkan peletakan batu pertama atau groundbreaking proyek strategis nasional (PSN) Giant Sea Wall pada September 2026.