AYOJAKARTA.COM - Mantan Komisaris Utama PT Pertamina (Persero), Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok, menantang Jaksa Penuntut Umum (JPU) saat memberikan keterangan dalam sidang korupsi tata kelola minyak mentah dan produk kilang Pertamina di Pengadilan Tipikor, Jakarta Pusat, Selasa (27/1).
Ahok meminta JPU untuk berani memeriksa sejumlah pihak yang dinilainya memiliki keterkaitan, termasuk Menpora Erick Thohir hingga Jokowi.
Menurut Ahok, pengusutan kasus di Pertamina seharusnya dilakukan secara menyeluruh dan tidak tebang pilih, terutama terhadap pihak-pihak yang memiliki kewenangan dalam struktur pengambilan keputusan.
Hal ini bermula saat JPU mengkonfirmasi keterangan Ahok soal pencopotan dua mantan direksi anak Perusahaan Pertamina yaitu Direktur Utama PT Kilang Pertamina Internasional (KPI) Djoko Priyono dan Mantan Direktur PT Pertamina Patra Niaga Mas’ud Khamid.
Baca Juga: Perjuangan AO PNM Tika Wulandari, Sukses Angkat Derajat Keluarga dari Hasil Melaut
Dalam keterangannya, Ahok menyebut bahwa dua mantan direksi tersebut adalah orang yang berintegritas.
Ahok mengatakan jika keduanya selalu berkomitmen untuk membenahi kilang serta tata kelola Pertamina Patra Niaga.
Baginya dua orang itu adalah dirut terhebat yang Pertamina miliki untuk memperbaiki produksi kilang termasuk Patra Niaga.
Namun, keduanya justru memilih kehilangan jabatan daripada menandatangni pengadaan yang bermasalah.
Ia mengaku saat keduanya dicopot sempat manahan tangis.
Kala itu, keduanya mengkritik sistem yang menurutnya tidak berbasis meritokrasi.
"Saya pikir BUMN ini keterlaluan. Mencopot orang yang bukan meritokrasi. Kenapa orang yang mau lakukan, dicopot," ujar Ahok dalam keterangannya dikutip dari kanal YouTube Kompas TV.
Lebih lanjut, Ahok dengan tegas mengatakan kepada JPU untuk memeriksa BUMN dan Presiden.
Baca Juga: Demo Jakarta Hari Ini: 1.000 Buruh Turun ke Jalan, Hindari Rute Jalan Ini!
"Saya selalu bilang sama pak jaksa, kenapa saya mau laporin ke jaksa? Periksa tuh sekalian BUMN, periksa tuh Presiden bila perlu, kenapa orang terbaik dicopot," tegasnya yang disambut tepukan gemuruh dari para hadirin di ruang sidang tersebut.
Seperti diketahui, saat itu Menteri BUMN adalah Erick Thohir dan Presiden adalah Joko Widodo (Jokowi).***
Share this article
Dengan tegas, Ahok menyarankan kepada JPU untuk memeriksa BUMN hingga Presiden soal kasus Pertamina ini.