Kembali Serang Jokowi, Roy Suryo Sebut Skripsi Presiden ke 7 RI Palsu, Kertas Baru jadi Sorotan

Roy Suryo dan Joko Widodo (Jokowi) (Sumber: kemenpora.go.id dan banggaikep.go.id)
Roy Suryo dan Joko Widodo (Jokowi) (Sumber: kemenpora.go.id dan banggaikep.go.id)

AYOJAKARTA.COM - Usai sebut ijazah Joko Widodo (Jokowi) palsu, Mantan Menteri Pemuda dan Olahraga sekaligus pakar telematika Roy Suryo, kembali melontarkan pernyataan kontroversial dengan menuding skripsi Presiden ke-7 RI tersebut palsu.

Kali ini, Roy menyoroti kondisi fisik skripsi tersebut, khususnya kertas yang dinilainya tampak masih baru.

Pernyataan tersebut disampaikan Roy dalam saat mendatangi Polda Metro Jaya untuk pemeriksaan ahli dan saksi kasus ijazah Jokowi, Prof Aceng Ruhendi, Senin (2/2).

Ia mengklaim bahwa kondisi skripsi yang disebut-sebut ditulis puluhan tahun lalu itu dinilai tidak lazim karena tampak rapi dan tidak menunjukkan tanda penuaan yang signifikan.

Baca Juga: Upaya Wujudkan Jakarta Sebagai Kota Global, Pemprov DKI Tekankan Pentingnya Penguatan Ketahanan Pangan

Bahkan, Roy membawa beberapa bukti foto perbandingan skripsi Jokowi dengan skripsi yang sama pada November 1985.

"Inilah bukti yang benar-benar tidak hanya diperlihatkan. Waktu itu saya pegang dan bahkan saya potret dengan kamera resolusi tinggi," ujar Roy dikutip dari YouTube Kompas TV.

Ia pun menunjukkan perbedaan antara kertas baru dan kertas lama.

Roy menilai, kondisi skripsi Jokowi di Fakultas Kehutanan Universitas Gadjah Mada (UGM) tersebut patut dipertanyakan dan menurutnya membuka ruang kecurigaan atas keaslian dokumen akademik tersebut.

Baca Juga: BRI Kolaborasi dengan BKPM dan Kementerian UMKM Perluas Akses Modal di Kawasan Batam

Ia lantas menjelaskan bahwa pada skripsi pembanding, tampak usia kertasnya yang sudah lama, sementara kertas skripsi Jokowi terlihat masih baru.

Di skripsi pembanding tersebut tertulis Dekan Fakultas Kehutanan UGM kala itu, Achmad Sumitro yang belum menyandang gelar profesor.

"Kertas lama yang masih ketikan manual di sini masih tertulis Dr. Achmad Sumitro, dan kertas baru (skripsi Jokowi) yang tulisannya sudah Prof. Dr. Ir. Achmad Sumitro. Logis tidak?" jelasnya.

Baca Juga: Jelang Perayaan Imlek Nasional 2026, Pemprov DKI Jakarta Siapkan Berbagai Atraksi dan Layar LED di Sejumlah Titik

Roy mengatakan bahwa Achmad Sumitro dikukuhkan sebagai guru besar dan menyandang gelar profesor pada Maret 1986.

Atas dasar itulah, Roy meyakini bahwa skripsi Jokowi palsu.

"Makanya waktu itu Dr. Rismon Sianipar mengatakan ini (skripsi Jokowi) palsu. Saya juga menyampaikan (skirpsi Jokowi palsu)," tegas Roy.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Roy Suryo
# Joko Widodo
# Jokowi

Berita Terkait

News Update

Nasional

Lowongan Program Magang Nasional 2026 di BKN, Ada 249 Kuota dengan 17 Posisi Jabatan, Cek di Sini dan Segera Daftar

BKN telah resmi membuka Program Magang Nasional 2026 dengan menyediakan 249 kuota dengan 17 posisi jabatan.

Metropolitan

Pengakutan Sampah di Jakarta Kini Punya Jejak Digital Melalui Sistem SPEED, Apa Itu?

Sistem ini dikembangkan untuk meningkatkan kualitas layanan pengangkutan sampah yang dikelola oleh BLUD UPST.

Jakarta Selatan

Pramono Anung Ajak Warga Manfaatkan Jalan Rasuna Said sebagai Ruang Hidup Sehat

Rasuna Said kini jauh lebih nyaman sehingga layak menjadi pilihan warga untuk berolahraga maupun melakukan berbagai aktivitas luar ruang.

Jakarta Pusat

Festival Rakyat Bola Gembira 2026 Berlangsung Meriah, Rano Karno Sebut Antusiasme Warga Jakarta Luar Biasa

Rano Karno, mengatakan tingginya minat masyarakat menunjukkan bahwa sepak bola masih menjadi olahraga yang mampu menyatukan berbagai kalangan.

Sport

Mau Nobar Final Piala Dunia? Polda Metro Jaya: Dilarang Bawa Miras!

Jelang final Piala Dunia Spanyol vs Argentina, Polda Metro Jaya mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang berencana menggelar nonton bareng (nobar).

Pendidikan

Hore! Pramono Anung Pastikan 85 Mahasiswa ITB Asal Jakarta akan Dapat Bantuan Beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta

Sebanyak 85 mahasiswa asal DKI Jakarta dari keluarga kurang mampu yang telah diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) dipastikan akan mendapatkan dukungan beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta.

News

Baru 2 Hari Dimulai Kembali, Dugaan Keracunan Akibat Konsumsi MBG di Jember! BGN Janji akan Evaluasi

dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, Jawa Timur.

Metropolitan

Demi Atasi Kemiskinan, Presiden Prabowo Siap Pangkas Anggaran TNI-Polri: Rela Ya?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan penghapusan kemiskinan dan kelaparan di tanah air.

News

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

PWI Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan keterangan kepada media di lingkungan Kejaksaan Agung.

Metropolitan

Sentil yang Sebut Harga Beras Mahal, Presiden Prabowo: Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri

Tak berikan solusi, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan menohok bagi pihak-pihak yang menilai harga beras saat ini terlalu mahal.

Bisnis

Berkat Pelatihan dan KUR BRI, Usaha C'milzea Rosyidah Terus Berkembang

BRI mendukung Rosyidah mengembangkan usaha olahan hasil laut melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan KUR BRI.

Bekasi

Geram! MenPPPA Arifah Fauzi Pastikan Kawal Kasus Bocah 4 Tahun di Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan akan mengawal ketat proses hukum terhadap kasus bocah di Bekasi yang dianaya ibu tiri.

Metropolitan

Catat! Pemprov DKI Hentikan Sistem 'Open Dumping' di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Pemprov DKI Jakarta secara resmi akan mulai meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Viral di Medsos dan Terekam CCTV, Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jaksel Didenda Rp500 Ribu!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah liar di wilayah Jakarta Selatan.

Metropolitan

Secara Bertahap, TPST Bantargebang Mulai Terapkan Sistem Controlled Landfill per 1 Agustus 2026, Apa Itu?

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap.

Metropolitan

Waspada Hujan Ringan di Jakut dan Jaksel, Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 19 Juli 2026

BMKG bagikan informasi seputar cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026.

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.