AYOJAKARTA.COM - Resmi, Badan Gizi Nasional (BGN) memangkas jumlah hari dari pemberian program makan bergizi gratis (MBG dari 6 hari menjadi 5 hari sesuai jadwal masuk sekolah.
Pemotongan jumlah hari penyaluran MBG ini sebagai upaya dalam menangani krisirs energi akibat konflik Timur Tengah yang masih memanas antara Israel-US vs Iran.
Namun, kebijakan tersebut dikecualikan bahi wilayah yang memiliki risiko tinggi stunting dan daerah 3 T (Terdepan, Terluar, Tertinggal) tetap menyalurkan MBG pada hari Sabtu.
Baca Juga: bank bjb Perkuat Ekonomi Daerah, Alokasikan Rp700 Miliar Bagi 35.000 Rumah di Jawa Barat
"Pemberian MBG di hari Sabtu untuk daerah untuk daerah dengan risiko stunting tinggi," ujar Kepala BGN Dadan Hindayana yang dikutip ayojakarta.com pada Senin, 30 Maret 2026.
Pihak BGN diketahui akan melaukan pemetaan wilayah yang risiko stuntingnya tinggi dengan bekerjasama dengan Dinas Pendidikan dan Kesehatan setempat.
"Tim kami akan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan dan Kesehatan setempat untuk memastikan data akuran dan tepat sasaran," pungkasnya.
Provinsi di wilayah Timur, Sumatera, dan Papua menjadi contoh daerah prioritas karena angka stunting tinggi.***
Share this article
Resmi, Badan Gizi Nasional (BGN) memangkas jumlah hari dari pemberian program makan bergizi gratis (MBG dari 6 hari menjadi 5 hari sesuai jadwal masuk sekolah.