AYOJAKARTA.COM — Gelaran pemilihan kepala daerah (Pilkada 2024) yang akan dilaksanakan secara serentak akan segera berlangsung.
Namun, muncul fenomena kotak kosong pada Pilkada 2024 kali ini. Di beberapa daerah di Indonesia pasangan calon harus berhadapan dengan kotak kosong.
Menanggapi fenomena kotak kosong di Pilkada 2024 tersebut, Politisi PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo ikut bersuara.
Ganjar mengatakan jika banyaknya kotak kosong yang muncul pada Pilkada 2024 harus segera dievaluasi.
"Jadi proses demokrasi, demokratisasi mesti dilakukan dengan baik, namun hari ini tentu semua akan membuat evaluasi, kenapa sih harus ada kotak kosong," ungkap Ganjar Pranowo, dikutip dari YouTube KOMPASTV pada Sabtu, 7 September 2024.
Baca Juga: Komedian Cak Lontong Jadi Ketua Timses Pramono-Rano di Pilkada Jakarta 2024, Apa Alasannya?
Ia juga menyebut meskipun paslon melawan kotak kosong, bakal calon kepala daerah belum tentu bisa menang 100%.
"Ya sudah kalau sudah kotak kosong sudah diputuskan ya tinggal satu, silahkan anda bertanding dengan kotak kosong. Biasanya menang tapi pernah kejadian di Makassar itu kalah," jelas Ganjar.
Dalam keterangannya Ganjar juga menyebut apakah perlu membuat threshold yang lebih tinggi agar terhindar dari kotak kosong.
"Apakah perlu adanya threshold tapi yang di atas (lebih tinggi). Misalnya maksimum boleh berkoalisi 60%, maka mesti ada lawannya. Sehingga proses demokrasi menjadi lebih menarik," tutur mantan calon presiden 2024 itu.
Ganjar juga melontarkan kritik terhadap koalisi besar dan membentuk kekuatan dominan sehingga menghilangkan kompetisi politik.
"Yang terjadi adalah mendesain kelompok untuk bergabung sehingga tidak ada lawan. Kalau sudah seperti ini ya boleh dikritik, proses itu gak bagus," pungkasnya.
Adanya kotak kosong ini, menurut Ganjar merupakan bagian dari demokrasi itu sendiri yang kemenangannya tidak bisa disalahkan.
Kendati demikian, kemenangan kotak kosong ini nantinya merupakan pilihan dari rakyat dan ini peringatan bagi partai politik.
"Jangan salah masyarakat pun suatu ketika bisa melawan dengan dia berpihak kepada kotak kosong. Jadi kalau prosentase kotak kosong tinggi, maka ini peringatan buat partai politik termasuk saya sendiri.
Perlu diketahui bahwa hingga masa pendaftaran ditutup oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU), terdapat 43 wilayah di Indonesia yang berpotensi akan melawan kotak kosong di Pilkada 2024.***

Share this article
Menanggapi fenomena kotak kosong di Pilkada 2024 tersebut, Politisi PDI Perjuangan, Ganjar Pranowo ikut bersuara.