AYOJAKARTA.COM - Program makan siang gratis dijadikan andalan oleh pasangan capres cawapres Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka dalam visi misinya.
Ternyata Kabinet Pemerintahan Presiden Joko Widodo atau Jokowi juga turut membahas program makan siang gratis dalam rapat yang digelar di Istana Negara pada Senin (26/2/2024).
Pengamat politik Rocky Gerung melalui kanal YouTube Rocky Gerung Official juga turut mengomentari program makan siang gratis.
Ia mengatakan bahwa program makan siang gratis sudah dianggap sebagai program presiden meskipun belum dilantik.
Namun sudah dibicarakan di rapat kabinet, menurutnya hal tersebut melanggar etika karena Prabowo-Gibran belum dilantik sebagai presiden dan wakil presiden.
“Program Prabowo itu sudah dianggap sebagai program presiden walaupun dia belum dilantik tapi program makan siangnya sudah dibicarakan,” ujar Rocky Gerung dikutip Ayojakarta.com dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Rabu (28/2/2024).
“Kan itu melanggar etika, belum dilantik sebagai presiden tetapi program dia kalau jadi presiden dibahas di situ,” sambungnya.
Pengamat politik ini menilai jika Jokowi tidak pantas membahas program makan siang gratis, karena program lainnya dari Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan tidak juga dibahas.
“Kenapa program yang lain Ganjar dan Anies nggak dibahas. Kan tiga-tiganya sama statusnya,” kata dia.
Lebih lanjut Rocky Gerung menyatakan bahwa hal yang diinginkan Presiden Joko Widodo tidak mungkin dipenuhi oleh Prabowo Subianto sepenuh-penuhnya.
Maka dari itu menurutnya Jokowi menganggap masih bisa mengendalikan keadaan bahkan disebut mencari perlindungan politik usai lengser dengan menaikkan pangkat Prabowo Subianto.
“Sudah nggak ada gunanya kan memberi pangkat itu kan tertinggi sebetulnya, hadiah tertinggi untuk membujuk menyogok Prabowo kan,” ungkap Rocky Gerung.
“Jadi akhirnya Jokowi keluarin juga hadiah-hadiah terakhir untuk minta tolong supaya diingat-ingat ya pak Prabowo,” sambungnya.
“Justru Prabowo belum dilantik dikasih bintang itu, orang menangkap bahwa Jokowi terus cawe-cawe dong mau mengendalikan Prabowo. Ini kan nanti mau mengendalikan atau bahasa orang Jawa mau memangku Prabowo,” imbuhnya.
Rocky Gerung menilai bahwa Prabowo Subianto menolak pangkat yang diberikan oleh Presiden Jokowi tidak bisa karena dalam posisi belum menjadi presiden.
Namun di sisi lain juga mulai berpikir bahwa hadiah yang diberikan berlebihan sehingga dan berpikir maksud lain di balik penyematan jenderal dan akan menjadi beban nantinya.***

Share this article
Rocky Gerung menilai Jokowi tidak pantas membahas program makan siang gratis, karena program lainnya dari Ganjar dan Anies tidak dibahas.