AYOJAKARTA.COM — Menjelang Pilpres 2024, berbagai akademisi di kampus-kampus Indonesia tengah sibuk memberikan pernyataan resmi terkait demokrasi.
Terlebih hal yang kian disorot adalah sikap Presiden Joko Widodo (Jokowi) dalam Pilpres 2024 yang disebut tak netral.
Kontroversi ini dimulai saat Jokowi tegas menyatakan bahwa presiden boleh kampanye dan memihak dalam Pilpres 2024 sesuai dengan aturan Undang-undang.
Perlu diketahui, akademisi UGM pertama kali menyampaikan Petisi Bulaksumur sebagai bentuk keprihatinan pada dinamika perpolitikan dan pelanggaran prinsip demokrasi menjelang pemilu tahun 2024.
Disusul beberapa kampus lainnya, termasuk Universitas Indonesia, dan terbaru forum akademisi di Universitas Pendidikan Indonesia.
Baca Juga: KPU Terbukti Langgar Kode Etik, Anies: Semua yang Sifatnya Buruk Nanti Terlihat
Anies Baswedan, capres nomor urut satu dalam acara kampanye Desak Anies ditanya tanggapannya mengenai fenomena kampus-kampus yang buka suara terkait demokrasi di Indonesia.
Menurut Anies Baswedan, hal ini lantaran partai-partai dan dewan sudah tak lagi bersuara.
"Ketika kita berada dalam sebuah sistem politik, demokrasi apalagi. Ada saluran-saluran yang dipakai untuk menyuarakan aspirasi masyarakat. Di mana itu? DPR, partai politik," kata Anies Baswedan, dikutip dari YouTube METRO TV pada Selasa, 6 Februari 2024.
Ia kemudian menerangkan mengapa kampus-kampus berbicara, lantaran saluran aspirasi sudah mampet.
"Nah, ketika saluran-saluran itu berfungsi maka kampus akan konsentrasi pada urusan pendidikan dan penelitian, kenapa? Karena proses politik berjalan," terangnya.
"Ketika yang menjadi aspirasi publik itu tak diungkapkan oleh partai, tidak lagi diungkapkan oleh dewan, dan makin banyak keragaman, di situ dinamakan kemampetan, maka aspirasi itu mencari jalur baru, dan kampus selalu menjadi artikulator ketika aspirasi," imbuh Anies Baswedan.
Ia kemudian secara tegas menyatakan bahwa kampus tak berpolitik secara partisan seperti yang dituduhkan istana kepada para akademisi.
Anies mengungkapan bahwa kampus berpolitik secara kenegaraan.
"Kampus tidak berpolitik secara partisan, kampus berpolitik secara kenegaraan," ucapnya.
Ramainya kampus yang buka suara terkait demokrasi di Indonesia, hal ini menurutnya demokrasi sedang benar-benar dilucuti.
"Jadi, ini pertanda bahwa demokrasi sedang dilucuti," tutur Anies Baswedan.***

Share this article
Anies Baswedan menerangkan mengapa kampus-kampus berbicara kritik pemerintah, lantaran saluran aspirasi sudah mampet.