AYOJAKARTA.COM - Beredar chat WhatsApp diduga penjegalan Anies Baswedan yang dilarang menjadi pembicara di Universitas Gadjah Mada (UGM).
Seperti diketahui, Anies Baswedan batal menjadi pembicara di Indonesia Future Stadium Generale di Auditorium Magister Manajemen (MM) UGM pada Jumat, 17 November 2023.
Batalnya Anies Baswedan menjadi pembicara diduga adanya intervensi dari pihak Rektorat UGM.
Percakapan yang diduga dari pihak rektorat itupun telah beredar.
Dikutip AyoJakarta.com dari YouTube Metrotv pada Senin (20/11/2023), isi dari pesan tersebut menyatakan bahwa pihak rektorat diduga akan membatalkan seminar tersebut jika Anies Baswedan hadir menjadi pembicara.
“Mas, beneran ini Anies Baswedan akan datang…
jika datang sesuai anjuran perintah dari Rektor UGM, terpaksa seminar harus dibatalkan,” bunyi pesan dalam pesan tersebut.
Dalam percakapan itu, disebutkan bahwa pihak yang diduga rektorat bernama Wija.
Kemudian pihak yang dihubungi sosok Wija juga sempat memastikan bahwa seminar tersebut hanya sebatas diskusi ilmiah bukan bersifat kampanye.
“Pada prinsipnya konsep acara yang kami rencanakan dari awal sebatas diskusi ilmiah dengan mengundang tokoh dari berbagai background njeh Pak Wija bukan bersifat pengerahan massa/kampanye jadi aman, kepesertaan juga kami screening betul-betul,” balasan pesan tersebut.
Namun, pihak yang disebut-sebut rektorat tersebut kembali mengatakan kepada panitia untuk memastikan hadir tidaknya Anies Baswedan dalam acara itu.
Dirinya juga mengatakan bahwa telah dihubungi Polda DIY terkait rencana kehadiran eks Gubernur DKI Jakarta itu dalam acara tersebut.
“Ya dipastikan Anies datang tidak, jika datang terpaksa seminar dibatalkan, karena kami sudah dihubungi Polda DIY juga,” bunyi percakapan tersebut.
Sementara itu, Koordinator bidang Hubungan Masyarakat Sekretariat UGM Dina Kariodimedjo membantah dan mengatakan kegiatan tersebut bukanlah acara UGM.
“Acara tersebut bukan acara UGM dan MM hanya dipinjamkan tempatnya,” kata Dina Kariomedjo dikutip ayojakarta.com dari laman Republika, Senin (20/11/2023).
Selain itu, Sekretaris UGM Andi Sandi juga memastikan pihak yang mengatasnamakan Rektorat UGM tidak benar.
Disebutkan bahwa orang yang bersangkutan merupakan salah satu pegawai unit kampus, namun bukan di rektorat.
"Saya sudah mengklarifikasi ke panitia yang kemudian chat -nya disebarkan itu salah persepsi. Disangkanya itu dari rektorat, padahal bukan. Rektorat tidak pernah mengeluarkan pernyataan melarang Pak Anies datang ke acara itu," kata Andi Sandi.***

Share this article
Pihak Rektorat UGM angkat bicara soal beredarnya chat WhatsApp diduga penjegalan Anies Baswedan menjadi pembicara.