AYOJAKARTA.COM -- Berbanding terbalik dengan anggapan masyarakat yang memprediksi akan terjadi hal gempar, pelaksanaan debat capres justru cenderung datar.
Tidak seperti pelaksanaan debat capres sebelumnya yang dipenuhi dengan pernyataan dan kritik pedas, debat pamungkas justru berjalan tanpa suasana panas.
Tampil dengan performa yang relatif lebih tenang, ketiga capres justru menampakkan kesan kebersamaan dalam debat capres terakhir.
Baca Juga: Inilah Arti Catcalling dalam Bahasa Gaul yang Disebut Anies Baswedan Saat Debat Capres Pamungkas
Kesan sunyi dan senyap dalam debat pamungkas capres pun banyak dijadikan sebagai kesimpulan oleh sejumlah kalangan.
Sehubungan dengan pernyataan dan gerakan tubuh ketiga capres dalam acara debat, Pakar Mikro Ekspresi Monica Kumalasari memberi tanggapan.
Menurut hipotesa Monica, gerakan tubuh dan pernyataan yang ditunjukkan ketiga capres memiliki kesan terkait dengan banyaknya putaran pemilihan.
Sehingga Monica beranggapan, para capres perlu memberikan kesan lebih mendalam kepada para calon pemilihnya.
“Mereda sedang menyuarakan bagaimana kalau satu putaran dan bagaimana kalau dua putaran,” ungkap Monica.
Masih unggulnya elektabilitas Prabowo-Gibran dibanding kedua capres lain, menurut Monica menjadi alasan di balik gestur para capres.
Berdasarkan sejumlah narasi dan pernyataan yang disampaikan oleh capres nomor urut satu dan tiga, Monica menilai ada hubungan tertentu.
“Ini ada chemistry antara Satu dan Tiga yang sengaja dibangun, bahwa mereka akan berkolaborasi,” ungkap Monica.
Adanya sejumlah momen antara Anies Baswedan dengan Ganjar Pranowo yang terlihat sangat akrab, menurut Monica merupakan bentuk mitigasi risiko menghadapi Pilpres.
Dengan adanya kesadaran akan pentingnya saling berkolaborasi, maka ketiga capres terlihat lebih kalem dan tidak sangar seperti debat-debat sebelumnya.
“Mereka mencerminkan ciri dari seorang pemimpin yang mau mendengarkan siapapun, jadi mereka sudah tahu risikonya,” imbuh Monica.
Terkait dengan banyaknya kesalahan yang dilakukan oleh sejumlah kalangan perihal jalannya debat capres, Monica ikut urun gagasan.
Baca Juga: Kritik Debat Capres, Sujiwo Tejo: Nggak Menarik, Seperti Sampah
Menurut Monica, alasan lain di balik debat pamungkas yang berjalan tidak dengan pernyataan meledak-ledak adalah menjaga elektabilitas.
Adanya kekhawatiran jika ujaran ofensif dalam debat akan mengubah perolehan suara, membuat ketiga capres lebih memilih untuk menurunkan tensi emosi.
“Mereka sangat berhati-hati agar serangan tidak menciptakan sentimen negatif dan menurunkan elektabilitas,” jelas Monica.
Salah satu upaya menjaga elektabilitas dan peluang kerja sama pasca Pemilu, menurut Monica juga terlihat dari minimnya gimmick yang bisa menjadi sorotan.
Baca Juga: Debat Capres Terakhir, Cak Imin Beri Clue Prabowo dan Ganjar Setuju Adanya Perubahan: Yok Renungkan!
Mengacu pada landainya proses debat pamungkas yang dapat terlihat dari narasi, gestur, dan ekspresi disikapi Monica sebagai suatu hal lain.
“Ini seperti bukan debat, tapi merupakan suatu diskusi, rapat,” ungkap Monica dikutip Ayojakarta, Senin 5 Februari 2024 dari Youtube tvOneNews.***

Share this article
Prediksi sejumlah kalangan soal debat pamungkas terbukti meleset, Pakar Mikro Ekspresi ini sebut mirip ajang diskusi rapat.