AYOJAKARTA.COM - Pengamat politik Ray Rangkuti melontarkan kritik pedas terhadap Presiden Jokowi terkait kebiasaan bagi-bagi bansos yang sering dilakukannya.
Menurut Ray, tindakan tersebut menunjukkan kegagalan Jokowi dalam mensejahterakan rakyat.
"Presiden sedang tidak memikirkan bangsa dan negara kita. Dia memikirkan bagaimana keluarganya bisa berjaya di Pilpres 2024," kata Ray Rangkuti dalam YouTube Abraham Samad Speak Up, dikutip ayojakarta.com pada Minggu 4 Februari 2024.
Ray menjelaskan bahwa problem kesejahteraan muncul karena adanya sekelompok orang yang mengambil terlalu banyak bagian sehingga orang lain tak kebagian.
Baca Juga: Ray Rangkuti: 2 Hal Penting yang Tak Dimiliki Jokowi Dibandingkan Para Presiden RI Sebelumnya
Menurutnya, jika Jokowi bangga membagikan bansos maka dia adalah presiden yang gagal.
"Kalau presiden bangga membagikan bansos itu mestinya disebut presiden yang gagal. Dia gagal mensejahterakan rakyatnya, karena gagal ya mau tidak mau harus ditopang oleh uang negara melalui bansos," tegas Ray.
Ray juga mengkritik Jokowi yang sering wara-wiri ke mana-mana untuk bagi-bagi bansos.
Hal itu menunjukkan bahwa Jokowi gagal mensejahterakan rakyat.
"Dia sebetulnya sedang memperlihatkan bahwa dia gagal mensejahterakan rakyat kita. Kok kemiskinan dipertontonkan oleh presidennya? Kalau dia berhasil kan nggak perlu banyak begitu bansosnya kan? Harusnya malu ya malu," kata Ray.
Baca Juga: Jokowi Dapat Banyak Petisi dari Berbagai Universitas, Gibran: Evaluasi Semua Pihak Kami Terima
Ray menilai bahwa seharusnya Jokowi bangga mensejahterakan rakyatnya, bukan bangga membagikan bansos.
"Beliau melihat orang kepanasan macam-macam ngantri ada yang kemiskinan dipertontonkan oleh presidennya. Kok ada presiden yang seperti bangga bagi-bagi bansos? Bukan bangga mensejahterakan rakyatnya gitu mestinya. Beliau mengatakan hari ini bansos akan perkecil lagi karena tingkat kesejahteraan kita akan meningkat. Mestinya begitu. Tapi ini justru sebaliknya," ujar Ray.
Lebih lanjut, Ray mengkritik Jokowi yang menghabiskan waktu satu minggu di satu provinsi hanya untuk bagi-bagi bansos.
"Beliau satu minggu berkeliling di salah satu provinsi hanya untuk bagi-bagi bansos itu nggak masuk akal. Ada presiden satu minggu di satu daerah itu kerjanya salah satu kerja utamanya itu hanya bagi-bagi bansos gitu," kata Ray.
Pernyataan kritis Ray Rangkuti ini menambah panjang deretan kritik terhadap kebijakan pembagian bansos yang sering dilakukan Pemerintahan Jokowi.
Sejumlah pihak menilai bahwa langkah tersebut tidaklah cukup untuk mengatasi masalah kemiskinan dan memerlukan solusi lebih komprehensif.***

Share this article
Pengamat politik Ray Rangkuti mengkritik kebijakan Jokowi yang suka bagi-bagi bansos pada masyarakat.