AYOJAKARTA.COM - Kasus kopi sianida Jessica Wongso yang terjadi di tahun 2016 silam kembali ramai dibicarakan saat ini.
Kuasa Hukum Jessica Wongso pun kini tengah berupaya untuk kembali mengajukan Peninjauan Kembali (PK) guna membebaskannya.
Pasalnya, banyak keyakinan soal adanya kejanggalan di dalam kasus Jessica Wongso dan kurangnya bukti seharusnya tidak bisa mendakwa Jessica Wongso di kasus yang menewaskan Wayan Mirna Salihin ini.
Baca Juga: Inilah 4 Nama yang akan Dibawa ke Jalur Hukum oleh Pihak Jessica Wongso atas Kasus Kopi Sianida
Seperti salah satunya yang menjadi kecurigaan banyak pihak adalah Asisten Rumah Tangga (ART) Jessica Wongso yang katanya telah membuang celana milik Jessica.
Di mana celana yang dibuang itu adalah celana yang digunakan Jessica saat kejadian berlangsung, dan diduga menjadi tempat menyimpan racun sianida.
Sayangnya, tidak ada bukti konkret tentang hal itu, dan bahkan sosok ART tidak dihadirkan di persidangan akhirnya membuat kecurigaan banyak pihak tentang adanya kejanggalan di kasus ini.
Tentu saja kurangnya bukti di kasus ini seharusnya tidak bisa mendakwa Jessica Wongso dengan hukuman 20 tahun penjara.
Seperti diungkap oleh salah satu pakar hukum pidana, Jamin Ginting yang mengatakan dirinya justru curiga ada oknum penegak hukum yang bermain-main di kasus ini.
Jamin mempertanyakan mengapa ART Jessica tidak dihadirkan di persidangan, dan ini lah yang menimbulkan kecurigaan baru pada kasus ini.
Baca Juga: 4 Bulan Jessica Wongso di Sel Tikus, Anggota DPR RI Hinca Panjaitan Sebut Itu Pelanggaran HAM
"Katanya Jessica meletakkan sianida di dalam celana dan dimasukkan, lalu celananya robek. Itu sudah digembos-gemboskan waktu penyidikan saya ikuti," kata Jamin seperti dikuti dari cuplikan video wawancara yang diunggah akun Tiktok @short.studios.
"Sekarang asisten rumah tangga (ART) menghilangkan celana tersebut. Pertanyaannya kalau kita mau membuktikan adanya dia membawa di dalam celana dan celana itu dibuang oleh asisten, tinggal asistennya aja dibawa untuk memberikan kesaksian di persidangan," jelas Jamin.
Menurutnya, padahal kesaksian ART Jessica Wongso merupakan salah satu alat bukti yang kuat di dalam kasus ini dan bisa dijadikan suatu keyakinan hakim dalam memutus perkara.
Sayangnya mengapa sosok ART tersebut tidak dihadirkan, tentu ini menimbulkan sebuah kecurigaan.
"Kan (jawabannya) sudah bisa menjadi keyakinan hakim. Kok hal seperti ini nggak dihadirkan di persidangan," katanya.
Namun jika keterangan asli dari asisten Jessica menyatakan bahwa tidak ada sianida di celana, tentu ini juga akan menjadi salah satu hal yang meringankan tuduhan kepada Jessica Wongso bahwa memang bukan dirinyalah yang membunuh Mirna.
Karena ketidakhadiran ART Jessica itulah, akhirnya banyak yang mempertanyakan kinerja penegak hukum di kasus Jessica Wongso itu.
Seperti diungkap akun tersebut yang curiga, adanya permainan oknum penegak hukum yang seolah memiliki tujuan tertentu di kasus ini.
Dimana mereka seolah ingin bahwa kasus ini memang tersangkanya adalah Jessica Wongso dan dia harus dihukum, maka banyak hal yang sengaja di tutupi oleh oknum-oknum penegak hukum.
"Jelas ini adalah kasus yang sengaja ditutupi dan dimanfaatkan oleh oknum-oknum penegak hukum tertentu untuk jabatan dan popularitas," tulis keterangan akun tersebut.***

Share this article
Salah satunya yang jadi kecurigaan banyak pihak adalah ART yang katanya telah membuang celana milik Jessica Wongso.