AYOJAKARTA.COM – Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Firli Bahuri, menyatakan bahwa tiga (3) rumah yang digeledah oleh penyidik bukan miliknya.
Penggeledah yang disaksikan oleh sejumlah pihak, diakui oleh Firli telah membuat pemilik rumah merasa terganggu dan tidak nyaman.
“Disaksikan oleh sejumlah pihak termasuk pihak RT setempat, dan juga kami menerima surat izin penggeledahan yang saat itu dituju dengan lima rumah,” ucap Firli, dikutip Ayojakarta.com dari kanal Youtube Kompas TV, Selasa, 21 November 2023.
Baca Juga: Eks Penyidik KPK Sebut Klaim Firli Bahuri Dapat Serangan Balik Koruptor Mengada-ngada
“Sedangkan tiga rumah lain alamatnya salah dan bukan rumah saya. Rekan-rekan pasti mengikuti ada tiga rumah yang menjadi sorotan dan dianggap rumah Firli, padahal itu bukan rumah Firli,” lanjunya.
Berdasarkan informasi, rumah Firli di Bekasi menjadi salah satu alamat rumah yang digeledah oleh pihak penyidik. Polisi juga melakukan penyelidikan di rumah tempat Firli beristirahat, yang bertempat di Jalan Kertanegara Nomor 45, Jakarta Selatan.
Selain di ranah pidana, kasus pemerasan Firli Bahuri terhadap mantan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo (SYL) juga diusut oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK.
Baca Juga: Penetapan Upah Minimum Provinsi DKI Jakarta Diumumkan Hari Ini, Serikat Pekerja Minta Ada Kenaikan!
Saat ini, Ketua KPK ini telah diperiksa oleh Dewan Pengawas (Dewas) KPK, atas kasus dugaan pelanggaran etik. Karena telah melakukan pertemuan dengan Syahrul Yasin Limpo.
Anggota Dewas KPK Albertina Ho pun berharap, kasus pelanggaran etik yang melibatkan Firli Bahuri dapat segera diselesaikan.
Lebih lanjut, Albertina juga menegaskan bahwa pemeriksaan yang dilakukan oleh Dewas KPK tidak akan berpengaruh pada proses hukum yang sedang berjalan di Polda Metro Jaya.
Baca Juga: Sosok Gischa Debora Mahasiswi yang Terlibat Penipuan Tiket Coldplay: Gadis Cantik Tapi Suka Bohong!
“Berdasarkan Undang-Undang 19 kan kalau pimpinan itu ditetapkan sebagai tersangka berarti diberhentikan sementara,” ujar Albertina.
Sementara itu, Firli Bahuri membantah dengan tegas bahwa dirinya tidak pernah terlibat dalam pemerasaan terhadap Syahrul Yasin Limpo.
“Saya menyatakan di setiap kesempatan bahwa tidak pernah melakukan pemerasan kepada siapapun, saya juga tidak pernah terlibat dalam suap menyuap kepada siapa pun,” kata Firli.
Bahkan Firli mengungkapkan, proses hukum yang menyeret namanya merupakan bentuk perlawan dari para koruptor, kepada pemimpin yang bertugas untuk memberantas korupsi.***

Share this article
Ketua KPK, Firli Bahuri, tegaskan 3 rumah yang digeledah penyidik bukan miliknya. Kabar terkini kasus pemerasan dan perlawanan koruptor.