AYOJAKARTA.COM – Bacapres dari Partai PDIP Ganjar Pranowo menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo, yang menyatakan bahwa dalam politik harus mengutamakan adu gagasan bukan banyak drama Korea alias drakor.
“Semua orang bisa berkomentar apapun, saya setuju dengan adu gagasan. Maka demokrasi mesti kita dukung dalam porsinya sehingga cara-cara yang tidak pas jangan dipakai,” kata Ganjar, dikutip Ayojakarta.com dari kanal Youtube Kompas TV, Rabu, 8 November 2023.
Menurut Ganjar semua mempunyai sikap yang sama dan sesuai dengan porsinya masing-masing, sehingga adu gagasan tersebut harus adil dan jujur.
“Semua punya sikap yang sama, punya lapangan yang fair sehingga gagasan itu bisa disampaikan dan kita harus jujur,” imbuhnya.
Sebelumnya Presiden Jokowi pernah menyinggung bahwa saat ini kondisi politik di Indonesia terlalu penuh drama korea dan sinetron. Padahal menurut Jokowi, pertarungan Pilpres itu harus diisi dengan penuh gagasan dan ide, bukan adu perasaan.
Hal ini disampaikan oleh Presiden Jokowi saat memberikan sambutan dalam acara HUT ke-59 Partai Golongan Karya (Golkar), yang digelar di kantor DPP Golkar, Jakarta Barat, pada Senin, 6 November 2023.
Baca Juga: Gerindra Buka Peluang bagi Keluarga Jokowi: Bobby dan Gibran Silahkan Bergabung
“Yang kita lihat adalah terlalu banyak dramanya, terlalu banyak drakornya terlalu banyak sinetronnya. Mestinya kan pertarungan gagasan, mestinya pertarungan ide bukan perasaan,” ujar Presiden Jokowi.
Jokowi mengingatkan bahwa demokrasi itu dibagun bukan untuk memecah belah bangsa. Jokowi menginginkan demokrasi itu sebagai solusi untuk kemajuan bangsa.
Seperti yang sudah diketahui, Partai Golkar merupakan partai pertama yang mengusung putra sulung Presiden Jokowi, Gibran Rakabuming Raka sebagai cawapres Prabowo Subianto.
Baca Juga: Najwa Shihab: Anda Merasa Dikhianati Jokowi, Adian Napitupulu: Iya, Saya Merasa Dikhianati
Saat Golkar mengusung Gibran sebagai cawapres, posisi Walikota Solo tersebut masih berstatus sebagai kader dari PDIP. ***
Share this article
Ganjar Pranowo setuju dengan Presiden Jokowi yang menekankan pentingnya adu gagasan dalam politik, bukan dramatisasi seperti di sinetron.