AYOJAKARTA.COM - Anies Baswedan adalah bakal capres yang diusung oleh koalisi perubahan kini membuat gebrakan baru.
Sosok Anies Baswedan seringkali mengunggah berbagai aktivitas positif di lini masa media sosial.
Strategi memenangkan Pilpres 2024, membuat Anies Baswedan sering terjun ke lapangan untuk bertemu masyarakat di berbagai daerah.
Baca Juga: Hadiri Bela Palestina Hari Ini, Anies Baswedan Ajak Semua Lapisan Masyarakat Lakukan Hal Ini
Terkini, Anies Baswedan melalui akun Twitter atau X mengumumkan akan menggelar aksi bela Palestina di Monas.
"Mari bersolidaritas di Aksi Akbar Aliansi Rakyat Indonesia Bela Palestina hari Minggu besok di Monas," tulis Anies Baswedan seperti dikutip AyoJakarta.com dari X @aniesbaswedan.
Gelar aksi bela Palestina di Monas tersebut diketahui akan dilaksanakan pada hari ini Minggu, 5 November 2023.
Baca Juga: Usai Menghadiri Acara Haul Habib Ali, Anies Baswedan-Cak Imin Kunjungi Karangayar Janjikan Perubahan
Menurut Anies Baswedan, persoalan Palestina adalah masalah semua orang, dan bukan urusan kementerian luar negeri saja.
"Palestina adalah urusan kemanusiaan. Palestina adalah masalah kita semua, bukan hanya urusan Kemenlu saja (yang sudah menjalankan peran diplomasi dengan baik)," kata Anies Baswedan.
"Bayangkan bila semua pemuka agama di Indonesia mengajak untuk mendoakan Palestina. Bayangkan doa ratusan juta rakyat Indonesia menggetarkan dunia," tambahnya.
Baca Juga: Kembali Kunjungi Sumatera Utara, Anies Baswedan: Niat Baik Jadi Pintu Kemenangan
Meski negara Indonesia dan Palestina memiliki jarak yang tak dekat, namun menurut Anies Baswedan hati dan pikiran sangat dekat.
"Ya, Indonesia-Palestina itu hitungan jaraknya ribuan kilometer tapi hati dan pikiran kita amat dekat. Perjuangannya untuk merdeka di masa kini serasa perjuangan kita di Indonesia utk merdeka di masa lalu," imbuhnya.
Anies Baswedan mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersatu demi mendukung perjuangan rakyat Palestina melalui aksi akbar bela Palestina di Monas. ***
Share this article
Anies Baswedan mengatakan persoalan Palestina adalah masalah semua orang, dan bukan urusan kementerian luar negeri saja.