AYOJAKARTA.COM — Bakal cawapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Gibran Rakabuming Raka masih jadi pembicaraan soal statusnya di PDIP.
Ketua Bidang Kehormatan DPP PDIP, Komarudin Watubun mengatakan apabila PDIP memecat Gibran saat ini, maka bisa didramatisir hingga muncul narasi 'terzalimi'.
Narasi tersebut diduga akan menguntungkan pasangan Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Pemilu 2024.
Komarudin juga menjelaskan bahwa Gibran statusnya sudah bukan anggota PDIP lagi secara de facto.
Baca Juga: Dari 3 Kubu, Hanya Prabowo-Gibran yang Tidak Singgung Penyelesaian Kasus HAM Masa Lalu
Komarudin juga mengatakan bahwa tindakan Gibran tidak sesuai dengan apa yang dia ucapkan.
Dia memberi contoh soal ucapan Gibran yang setia kepasa PDIP, namun nyatanya Gibran malah menjadi bacawapres pendamping Prabowo yang merupakan lawan politik PDIP.
Komarudin juga kecewa karena Gibran mengaku pertemuan dengan Prabowo dibilang hanya sebatas pertemuan Walikota dan Menteri tapi kenyatannya lain.
"Saat kami panggil, dia bilang pertemuan itu hanya sebatas wali kota bertemu menteri. Tapi kini bisa dilihat kenyataannya," kata Komarudin.
Baca Juga: Gibran Bertemu dengan Gus Miftah, Minta Masukan Soal Program Pilpres 2024? Ada Dana Abadi Pesantren
Komarudin juga mendesak Gibran untuk segera mengembalikan KTA PDIP tanpa banyak drama lagi.
"Tidak perlu banyak drama. Kalau memang memutuskan pindah, seharusnya mengembalikan KTA tanpa masalah," ujar Komarudin.
Menanggapi hal tersebut, Gibran tidak banyak berkomentar. Dirinya merasa tidak pernah membuat narasi seperti yang diucapkan Komarudin.
"Kita tidak membuat narasi-narasi seperti itu, terimakasih," ucap Gibran saat ditemui Balai Kota Solo, Jawa Tengah, dikutip dari kanal YouTube METRO TV.
Gibran juga menekankan kepada awak media bahwa jangan menyebarkan berita hoax.
"Jangan nyebar hoax," tambah Gibran.***

Share this article
Bakal cawapres dari Koalisi Indonesia Maju (KIM) Gibran Rakabuming Raka masih jadi pembicaraan soal statusnya di PDIP.