AYOJAKARTA.COM- Seorang balita berusia 3 tahun tengah dirawat intensif di rumah sakit karena terdeteksi positif narkoba. Sebelumnya anak tersebut diberi minuman oleh tetangganya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Tim Reaksi Cepat Perlindungan Perempuan dan Anak (TRC PPA) Kalimantan Timur, Diah.
Awal mula kejadian ini terjadi ketika tetangganya minta tolong untuk mencabut uban.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Warna Hijab yang Bikin Wajah Cerah, Muka Auto Glowing!
"Si ibu ini ditelpon dan di whatsapp tetangganya ,terus disuruh cabut uban. Si anak ngomong, mami saya haus. Nah karena si ibu ini bertamu di rumah tetangga, jadi nggak bisa dong pulang ngambil air minum, mintalah sama tetangga pemilik rumah tetangga rumah, " katanya.
Lantas pemilik rumah tersebut mengambilkan air minum untuk balita tersebut, lalu di minum ke korban.
Adapun reaksi yang terjadi setelah anak balita ini minum air yang diberikan tetangganya itu menunjukkan tanda-tanda yang kurang wajar.
"Reaksi dari pada si anak malamnya, dia tidak tidur, terus kemudian dia hiperaktif, ngoceh terus, keluar keringat se jagung-jagung dan dia mengambil barang-barang yang ada disekitarnya kayak bersih-bersih dan sebagainya, " lanjutnya.
Baca Juga: BREAKING NEWS! Gempa Bumi Magnitudo 3,5 Guncang Wilayah Cianjur
Kemudian si ibu korban pun mengirim pesan ke tetangganya dan bertanya tentang air yang diberikan kepada anaknya ketika ia bertamu pada hari itu.
"Disampaikan sama tetangganya kalau itu air dibawa dari warung, sementara si ibu sama tetangga ini sama-sama bekerja di warung tersebut, "katanya.
"Nah warung tersebut menjual merek B dan air yang diberikan ke anaknya itu merek A. Jadi ibu itu sudah konfirmasi juga sama pemilik warung bahwa tidak ada air yang dibawa dari warung karena airnya beda, " jelasnya.
Selanjutnya Diah mengatakan bahwa ibu dari balita ini sudah mencoba melakukan komunikasi dengan BNN namun tidak ada tanggapan.
Baca Juga: Jakarta Fair Kemayoran 2023 Lengkap dengan Jadwal, Daftar LineUp dan Harga Tiket Masuk
"Sebagai orang awam dia mencari nomor telepon di sosial media, dia coba browsing di google nomor telepon BNN, coba cek tapi no respon sama sekali. Kemudian ibu ini datang ke TRC, dan dibawa ke salah satu rumah sakit. Di rumah sakit tersebut dites urine nya dan ternyata positif, " ucap Diah.
Diah juga mengatakan bahwa setelah dari rumah sakit, ibu korban bersama TRC melaporkan kejadian tersebut di Polsek.
Tetapi laporan tersebut juga ada kejadian saling lempar karena kasus ini ada dua buah kategori yang mana ada TPA dan BNN yang terlibat.
Setelah di follow up kembali Diah dengan tegas mengatakan kalau anak tersebut merupakan korban dan harus ditindaklanjuti kasusnya ini dengan membawa hasil tes urine. ***

Share this article
Balita berusia 3 tahun tengah dirawat intensif di rumah sakit karena terdeteksi positif narkoba. Diungkap TRC PPA Kalimantan Timur