AYOJAKARTA.COM - Sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J hingga kini masih terus berlangsung.
Pada sidang lanjutan kasus pembunuhan Brigadir J yang digelar pada Rabu (14/12/2022) lalu, beragendakan keterangan saksi.
Saksi yang dihadirkan oleh JPU adalah ahli poligraf Aji Febrianto Ar Rosyid.
Baca Juga: Putri Candrawathi Ungkap Brigadir J Lakukan Pelecehan Seksual, Reza Indragiri: Pelecehan Akal Sehat
Dalam keterangannya, Aji Febrianto Ar Rosyid membeberkan hasil tes poligraf dari kelima terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J.
Salah satu yang paling menjadi sorotan adalah hasil tes poligraf dari terdakwa Putri Candrawathi.
Hasil tes poligraf Putri Candrawathi itu lantas juga disorot oleh pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Abdul Fickar Hadjar.
Baca Juga: Ternyata Ini Makna Jawaban ‘Tidak Tau’ Putri Candrawathi Selama Sidang, Ahli Psikologi Forensik
Dilansir AyoJakarta.com dari tayangan YouTube Satu Meja The Forum di Kompas TV pada Jumat (16/12/2022) Abdul Fickar Hadjar menilai bahwa hasil tes poligraf Putri Candrawathi mengerikan.
Mengapa demikian?
Diketahui, hasil tes poligraf Putri Candrawathi mendapat skor minus 25 (-25).
Baca Juga: Martin Simanjuntak Heran pada Pengacara Putri Candrawathi: Apa Dasar Hukum Terdakwa Dianggap Korban?
"Menurut saya agak mengerikan juga. Artinya keterangannya hampir tidak ada yang benar. Minusnya terlalu banyak," ujar Abdul Fickar Hadjar.
Ia juga mengatakan bahwa dari hasil tes poligraf tersebut terlihat indikasi kebiasaan berbohong yang melekat pada Putri Candrawathi.
"Umpamanya untuk menjawab pertanyaan secara jujur, pasti akan ada gangguan-gangguan juga kalau memang biasa merekayasa," katanya.
Hasil tes poligraf kelima terdakwa kasus pembunuhan Brigadir J:
- Ferdy Sambo: minus delapan (-8)
- Putri Candrawathi: minus 25 (-25)
- Kuat Maruf: plus sembilan (+9) dan minus 13 (-13).
- Ricky Rizal: plus 11 (+11) dan plus 19 (+19)
- Richard Eliezer: plus 13 (=13).***

Share this article
Pakar hukum dari Universitas Trisaksi menyebut hasil tes poligraf Putri Candrawathi mengerikan, dinilai punya kebiasaan berbohong.