Misteri Gempa Cianjur, Siklus 20 Tahunan? Ini Fakta Mengejutkan, Dampak Bukan Akibat Sesar Cimandiri

Misteri Gempa Cianjur, Siklus 20 Tahunan? Ini Fakta Mengejutkan, Dampak Bukan Akibat Sesar Cimandiri
Misteri Gempa Cianjur, Siklus 20 Tahunan? Ini Fakta Mengejutkan, Dampak Bukan Akibat Sesar Cimandiri

AYOJAKARTA.COM - Banyaknya teori membuat para ahli dan pihak berwenang berdiskusi seputar faktor gempa Cianjur.

Awalnya para ahli dan pihak berwenang menduga, gempa Cianjur terjadi akibat dari pergeseran Sesar Cimandiri yang memang melintasi wilayah Kabupaten Cianjur, Jawa Barat.

Namun perkiraan ini berubah, sebab wilayah gempa Cianjur terjadi berada cukup jauh dari Sesar Cimandiri.

Baca Juga: Mengenal Sesar Baribis : Definisi, Wilayah yang Dilewati, dan Ancaman Gempa yang Mengintai

Dikutip Ayojakarta.com melalui kanal YouTube tvOneNews peneliti masih mendiskusikan kepastian perkiraan titik awal gempa terjadi di wilayah kampung Cisarua, Desa Sarapan, Kecamatan Cugenang.

"Iya ini yang menjadi bahan diskusi para peneliti ya, bahwa setelah dipetakan cimandiri, ternyata lebih ke atas gitu ya,"ujar Heri Andreas pakar Geodesi ITB.

"Nah, mungkin saja itu adalah bagian Segmen Cimandiri yang belum terpetakan atau juga ini memang sesar yang lama tetapi tidak teridentifikasi atau bisa juga di sesar baru, jadi ada beberapa kemungkinan,"

Baca Juga: Benarkah Sesar Baribis Aktif Akan Timbulkan Potensi Gempa Megathrust 8,9M di Wilayah Jakarta? Simak Kata Ahli

Penjelasan tentang Gambaran Pemetaan di wilayah gempa Cianjur.

"Kalau kita lihat disini ya, (arah tangan menunjukan pada peta) bahwa epicenter dari gempa itu ternyata tidak pas terletak di Sesar Cimandiri, tapi lebih ke atasnya.

Nah ini yang menarik, ya karenakan selama ini sesar Cimandiri sudah terpetakan dengan baik. Tetapi terjadi gempa yang bukan di Sesar Cimandiri," ujar Heri Andreas pakar Geodesi ITB.

Baca Juga: Tak Main-main! Penelitian Ungkap 3 Skenario Gempa Megathrust yang Mungkin Terjadi di Pulau Jawa

Teori-teori muncul, bisa jadi gempa Cianjur ini disebabkan oleh 3 kemungkinan yakni, sesar lama, sesar baru atau segmen dari Sesar Cimandiri.

Ternyata alasan tidak terdeteksinya pengamatan selama ini dikarenakan di Indonesia khususnya di Sesar Cimandiri belum memiliki jaringan deformasi dan jaringan seismik.

Muncul pernyataan perbedaan terdengarnya suara gemuruh dan ledakan di dua desa, yaitu Desa Sukamulya dan Desa Sarampat.

Baca Juga: Waspada! Inilah Sebaran Tinggi Gelombang Tsunami Akibat Gempa Megathrust 9,1 M Berpotensi Mengguncang Jawa

Warga desa Sarampat sempat mengatakan terdengarnya suara gemuruh dan ledakan sebelum terjadi gempa Cianjur.

Sedangkan di Desa Sukamulya tidak terdengar suara gemuruh, padahal daerah itu dan Desa Sarampat di dalam kabupaten yang sama yakni Cianjur yang terjadi gempa.

"Ya memang, kalo misalnya ketika gempa terjadi ketika ada pergeseran bumi ya itu wajar untuk menimbulkan bunyi gitu ya suara," kata Heri.

Baca Juga: Waspadai Sesar Baribis Aktif Potensi Gempa di Jakarta, Kenali Bagaimana Cara Mitigasi Bencana Sejak Dini

"Kemudian juga kita tahu bahwa, disana kan ada juga diikuti longsor ya. Longsoran itu juga ada bunyi ya, nah ketika ada rumah-rumah yang hancur ambruk itu juga bisa menimbulkan bunyi," sambungnya.

Heri menyimpulkan bunyi-bunyi yang terdengar berbeda di tiap lokasinya karena bisa saja sifatnya lokal.

Terlebih lagi apabila memang lokasi bunyi yang terdengar memang pada episentrum gempanya itu hal yang wajar.

Baca Juga: BMKG Laporkan 98 Kali Gempa Susulan di Selatan Jawa Timur Hari ini, Mari Kenali Potensi Gempa Lebih Dekat!

"Nah bunyi nya juga mungkin bisa lokal gitu ya, yang dekat dengan longsor ya akan mendengar ya kemudian pas diepicentrumnya mungkin akan mendengar dan itu hal yang wajar." ujar pakar Geodesi ITB tersebut.

Dimana episentrum gempa merupakan energi rilis pertama gempa sehingga pasti terdengar bunyi di lokasi tersebut.

"Ya, mungkin di epicentrum pasti terdengar bunyi ya, karena di situ energi rilis pertamanya (gempa)," jelas Heri.

Baca Juga: Pembangunan 1.800 Rumah Tahan Gempa Masih Berjalan, Korban Gempa Cianjur: Tak Sabar Pengen Cepat Pulang

Sesar yang kemudian aktif yang menyebabkan gempa di Cianjur memang terjadi secara periodik.

Penjelasan tentang periodik adalah ada kemungkinan akan berulang, entah mungkin 20 tahunan yang akan mendatang atau sekitar 100 tahunan.

Perbedaan periodik 20 atau 100 tahunan adalah akumulasi energi yang terjadi. Jika akumulasi nya perlahan berarti, akan lebih lama.

Baca Juga: Info Gempa Terkini 7 Desember 2022, BMKG Catat 17 Gempa Terjadi di Seluruh Indonesia hingga Pagi Ini

Namun, jika akumulasi energi nya lebih cepat berarti bisa jadi periodesasinya juga akan lebih cepat juga.

Menariknya di Cianjur ini, belum bisa dibilang periodesasinya 20 tahunan. Perulangannya itu tidak terdapat di lokasi yang sama, sehingga tidak bisa disebutkan sebagai perulangan.

"Perulangannya itu tidak di lokasi yang sama, berarti kan itu bukan perulangan sebenarnya," kata Heri.

Baca Juga: Ancaman Gempa Megathrust, Sesar Baribis dan Penyebab Gempa Cianjur, Ahli: Letaknya Bergeser dari Cimandiri

"Jadi memang di sekitaran Sesar Cimandiri, mungkin sampai ke sesar Lembang dan ke atasnya Baribis nah itu ada perulangan-perulangan yang kira-kira 20 tahun atau lebih, tetapi tidak di tempat yang sama. Artinya itu belum bisa mencerminkan perulangannya sekian tahun, karena lokasinya tidak pas di situ," sambungnya.

Daryono Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG menyebut Cianjur merupakan wilayah rawan gempa.

BMKG menyatakan jika dilihat dari pemetaan, di wilayah Cianjur memiliki banyak sekali titik-titik gempa.

Baca Juga: Sesar Baribis Aktif Ancam Wilayah Jakarta dengan Potensi Gempa Dahsyat!

"Kalau melihat peta aktivitas kegempaan kita, itu memang banyak sekali titik-titik pusat gempa dan wilayah Sukabumi, Cianjur, kemudian Purwakarta, Bandung Barat itu semua daerah yang banyak sekali aktivitas gempanya," ujar Daryono.

BMKG belum memiliki pemetaan sumber gempa, sehingga fakta yang mengejutkan bahwa di Indonesia memiliki sumber gempa yang mengakibatkan kerusakan besar tetapi belum terpetakan.

Jadi, penyebab besarnya dampak gempa di Cianjur bukan karena Sesar Cimandiri. Struktur tanah di Cianjur yang bersifat lunak kemudian mayoritas rumah warga ini tidak sesuai dengan standar tahan gempa menjadi faktor kerusakan yang diakibatkan menjadi besar.

Dengan adanya ke dangkalan gempa yaitu 10 Km di darat, ini yang menjadi faktor penyebab gempa di Cianjur berdampak cukup signifikan.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# episentrum
# Heri Andreas
# gempa Cianjur
# Sesar Cimandiri
# ahli
# Daryono
# teori
# peneliti
# Cianjur
# gempa

News Update

Metropolitan

Kunjungan Turis DKI Jakarta Tembus Jutaan, Ekonomi Ibu Kota Berhasil Capai Rp 67,5 Triliun!

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan, baik lokal maupun mancanegara, ke Ibu Kota mengalami kenaikan yang sangat signifikan.

Metropolitan

Siap Hadirkan Ruang Publik Sehat, Pemprov DKI Targetkan Bangun 10 RTH Baru hingga Akhir 2026!

Hingga akhir tahun 2026 mendatang, Pemprov Jakarta menargetkan pembangunan 10 ruang terbuka hijau (RTH) baru di berbagai titik.

Metropolitan

Kolaborasi Homy Nomad Fatmawati dan Flow Society Gelar Yoga Seamless Strength

Homy Nomad Fatmawati berkolaborasi dengan komunitas yoga Flow Society menggelar kegiatan yoga

Bisnis

Tiga Strategi Utama SMF untuk Dukung Likuiditas Lembaga Penyalur Kredit

Dalam memperkuat perannya di sektor pembiayaan perumahan, PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF menjalankan tiga strategi utama, yaitu mendukung program Pemerintah menyediakan likuiditas

Bisnis

Per Juni 2026, SMF Bukukan Akumulasi Penyaluran Pembiayaan Sebesar Rp141,61 triliun

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) atau SMF terus memperkuat perannya sebagai penyedia likuiditas sekaligus alat fiskal Pemerintah dalam mendukung keberlanjutan sektor pembiayaan perumahan

News

Lembaga Baru! Prabowo Lantik Donny Ermawan Jadi Gubernur Universitas Republik Indonesia, Tugasnya Apa?

Presiden RI Prabowo Subianto resmi melantik Marsekal TNI (Purn) Donny Ermawan Taufanto sebagai Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI).

News

Resmi Dilantik Prabowo, Mantan Wamentan Sudaryono Jadi Kepala Badan Gizi Nasional: Janji Benahi MBG

Presiden Prabowo Subianto resmi melantik Sudaryono sebagai Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru di Istana Negara, Jakarta, pada Rabu, 22 Juli 2026.

Metropolitan

Waspada! Muka Tanah Jakarta Turun 4 Sentimeter per Tahun, Kawasan Muara Baru Jadi yang Terdalam...

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan bahwa penurunan muka tanah masih menjadi tantangan lingkungan yang sangat serius bagi ibu kota.

Metropolitan

Soal Sekolah Rusak di Jakarta, Pramono Anung Buka Opsi Perbaikan Pakai Dana CSR hingga KLB!

Pemprov DKI Jakarta tengah menyiapkan langkah taktis untuk mempercepat perbaikan gedung sekolah yang rusak di ibu kota.

Metropolitan

Dominasi 63 Persen Mobil Listrik Nasional Ada di Jakarta, Bapenda DKI: Minta Pemprov DKI Kaji Ulang Insentif Pajak

Secara total, potensi kehilangan penerimaan pajak daerah Jakarta dari sektor ini diperkirakan mencapai Rp 2 triliun

Metropolitan

Partisipasi Angkatan Kerja Meningkat, Pemprov DKI: 5,2 Juta Warga Kini Sudah Bekerja

Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mencatatkan tren positif pada sektor ketenagakerjaan di tahun 2026.

Metropolitan

Jakarta Makin Terkoneksi! Pengguna Transportasi Umum Tembus 230 Juta Orang, Ekonomi Ikut Melejit

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengungkapkan bahwa jumlah pengguna Transjakarta, MRT, dan LRT mencapai angka 230,8 juta orang.

Jakarta Timur

Cegah Kemacetan Parah, Sudinhub Jaktim Terapkan Rekayasa Lalu Lintas di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI Cakung

Suku Dinas Perhubungan (Sudinhub) Jakarta Timur resmi memberlakukan rekayasa lalu lintas sementara di Jalan Raya Sri Sultan Hamengkubuwono XI, Cakung.

Bisnis

Kenalkan Dunia Aviasi Sejak Dini, Intip Aksi Seru Pertamina Patra Niaga Regional JBB di Hari Anak Nasional 2026

Pertamina Patra Niaga Regional JBB sambut Hari Anak Nasional 2026 lewat Program TAMASYA di Bandung! Kenalkan dunia aviasi dan profesi CRO.

Nasional

HUT ke-65 IKWI: Indah Kirana dan Ketum PWI Pusat Gelorakan Transformasi Keluarga Pers

Peringatan HUT ke-65 IKWI! Ketum Indah Kirana & PWI Pusat serukan solidaritas dan transformasi nyata bagi keluarga besar jurnalis Indonesia.

Metropolitan

Pramono Ungkap Performa Ekonomi Jakarta Membaik, Inflasi Terkendali dan Daya Beli Tetap Kuat

Menurut Pramono Anung, sejumlah indikator makro ekonomi mencerminkan bahwa aktivitas ekonomi Jakarta terus bergerak ke arah yang lebih baik.

Metropolitan

Pemprov DKI Targetkan Open Dumping di Bantargebang Berakhir pada 2029, Controlled Landfill Mulai Diterapkan

Langkah ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk menghentikan praktik open dumping sepenuhnya pada 2029.

Bisnis

BRI Pertahankan Posisi Raksasa Perbankan Global di Top 1000 World Banks 2026

BRI raih peringkat 132 dunia di Top 1000 World Banks 2026 versi The Banker. Bukti nyata kinerja solid dan transformasi digital BBRI!

Metropolitan

Pemprov DKI Jakarta Bidik Pasar Wisata Yordania, Andalkan MICE, Kuliner, dan Wisata Ramah Muslim

Kegiatan bertajuk "Discover Indonesia: Jakarta & West Java Tourism Showcase 2026" yang digelar di Amman, Yordania, pada 19–23 Juli 2026.

News

Tak Lagi jadi Kepala Badan Gizi Nasional, Nanik S Deyang Diminta Presiden Prabowo Tetap Awasi BGN dan akan Mengisi Jabatan Baru Ini

Nanik S Deyang mengungkapkan bahwa Presiden Prabowo Subianto tetap memintanya untuk mengawal jalannya lembaga tersebut.